Berketurunan
merupakan tujuan pokok di antara tujuan pernikahan. Hal ini merupakan kecintaan
laki-laki sebagai akar rumah tangga,begitu juga bagi perempuan. Karena setiap
manusia ingin agar namanya tetap ada dan berlanjut pengaruhnya.
Allah berfirman
:
ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ
زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱلۡبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيۡرٌ عِندَ
رَبِّكَ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ أَمَلٗا ٤٦
Harta dan anak-anak adalah perhiasan
kehidupan dunia. (QS.Al kahfi :46)
Oleh karena itu,
islam memperhatikan untuk bertanggung jawab pada keturunan dan mempersiapkan
perlengkapan baginya. Masing-masing tumbuh bebas dari gangguan-gangguan, jauh
dari kebinasaan-kebinasaan. (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 252).
Memberikan
dasar pendidikan keimanan merupakan suatu hal yang sangat penting. Mendidik
anak bukan di mulai ketika sudah tampak bentuknya, akan tetapi mendidik anak di
mulai ketika terjadinya pertemuan nutfah di dalam rahim. Sejak dini hendaklah
orang tua memperkenalkan kehidupan yang bernafaskan islami sehingga anak sudah
terbiasa dengan keislaman yang akan ia jumpai didalam rumahnya ataupun
lingkungannya.
Sejak
dini anak perlu dididik dan di tanamkan kecintaan kepada Rasul saw dan
keluarganya serta kecintaan membaca al-qur’an. Imam ath-Thabrani meriwayatkan
dari Ali r.a bahwa Nabi saw bersabda : “Didiklah
anakmu atas tiga hal ; mencintai Nabinya. mencintai ahli baitnya
(keluarganya),dan membaca al-qur’an karena pembawa al-qur’an akan berada di
bawah naungan Arsy Allah bersama-sama dengan para nabi beserta dengan hambanya
yang suci,pada hari ketika tidak ada naungan selain dari Allah swt. Para
ulama’ sependapat bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah tauhid,yaitu
dalam keimanan akidah kepada Allah swt dan dalam keadaan bersih dan suci.
Apabila sejak kecil di mulai dengan pendidikan yang baik niscaya tumbuh besar
sebagai manusia seutuhnya. Oleh karena itu ketika sang buah hati telah
terlahir, maka di sunnahkan untuk di adzani dan di iqomati, karena getaran
pertama akan berpengaruh terhadap karakter anak tersebut. ” (Anwar Sanusi, 2006: 228).
“Tidak ada pemberian yang lebih utama
dari seorang ayah kepada anaknya, selain akhlak yang baik.”
(HR.Tirmidzi) (Miftah Faridl, 2005: 266).
Akhlak
atau moral penting di tanamkan kepada anak. Tentu akhlak yang di maksud adalah
akhlak yang berkaitan erat dengan yang di ajarkan dalam agama islam,bukan
semata-mata perbuatan baik yang lazim di lakukan di masyarakat. Artinya setiap
perbuatan baik tersebut harus mengacu pada hukum islam dan di niatkan untuk
mendapatkan ke ridhoan-Nya. (Miftah Faridl, 2005: 267)
Misalnya
:
·
Membina akhlak
anak terhadap orang lain
orangtua
harus mampu memberikan contoh dan mengajarkan bagaimana cara bergaul dengan
orang lain. sopan santun dalam
pergaulan,tidak sombong dan sederhana.
·
Memberikan
pendidikan akhlak di dalam keluarga
Keluarga
memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik karakter seorang anak,
orang tua harus memberikan keteladanan yang positif sehingga mereka akan
mencontoh keteladanan tersebut. Misalnya pembinaan ibadah, cara berbicara
dengan orangtua maupun dengan masyarakat.
Kalau
akhlak demikian penting, maka sudah selayaknya di ajarkan sejak kecil. Bahkan
pelajaran itu bisa di berikan sejak lahir. pengkondisiaanya justru di mulai
sejak ibu hamil dengan membiasakan melakukan akhlak yang baik kepada semua
orang. Perilaku ibu yang tengah mengandung ini-insya Allah dapat memberikan
pelajaran awal kepada jabang bayi untuk berakhlak mulia. Al-Ghazali mengatakan
dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin “anak
adalah amanah di tangan ibu bapaknya. Hatinya masih suci ibarat permata yang
mahal harganya. Maka jika ia besar dengan akhlak yang baik maka akan bahagia
dunia akhirat. Sebaliknya apabila terbiasa dengan akhlak yang buruk, tidak di
pedulikan sebagaimana hewan maka ia akan hancur dan binasa.”( Miftah
Faridl, 2005: 268)
Selain
itu orang tua memiliki kewajiban memberi nama seorang anak dengan nama terbaik.
Hadist-hadist Nabi saw yang mulia telah memberikan penjelasan untuk memberikan
perhatian dalam memberikan nama anak dan memilih nama yang baik. Nabi saw
bersabda:
“Sesungguhnya kalian pada hari kiamat
kelak di panggil dengan nama-nama kalian,dan nama bapak-bapak kalian, maka
berilah nama-nama yang bagus pada nama kalian.” (Ali Yusuf
As-Subki, 2010: 265).
Memberi
nama yang terbaik bagi anak dapat membuat mereka semakin percaya diri dan
menjadi sarana berdo’a kepada Allah. Nama merupakan bagian dari do’a. “Demikian
yang di jelaskan oleh Nabi saw, ketika kita memanggil putra-putri kesayangan
kita,niatkan bukan hanya supaya anak menyahuti panggilan kita, tetapi lebih
dari itu yakni sebenarya kita sedang berdo’a kepada Allah swt.
Akhir
kata, marilah kita didik anak-anak kita agar mereka memiliki dasar keimanan yang
tidak mudah tergoyahkan dan bisa menjadi putra-putri yang sholeh sholehah.
Aamiin..
sipp, tapi teks penutupnya ada yg kurang
BalasHapussilahkan di beri masukan :) saling berbagi inspirasi.
Hapusmaksudmya salamnya tidak ada azka hehehe
Hapusmaaf kak :) lupaa !
Hapusinfo bermanfaat skali. Trimakasih.#^_^#
BalasHapusalhamdulillah :)
HapusPentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak tidak bisa kita abaikan lagi, namun perlu dikembangkan. :)
BalasHapussetuju :)
Hapusperan yang luar biasa :)
BalasHapusselalu berikan perhatian secara aktif, mendengarkan apa yang ingin si anak bicarakan, memotivasi kegiatan sekolahnya, dan membantu anak ketika ia sedang mendapatkan masalah dalam hidupnya.
luar biasa :)
Hapusmakasih buat wawasannya, izin share kak !
BalasHapussilahkan
Hapussemoga bermanfa'at :)
luar biasa adek kecil ini :) izin copy ya?
BalasHapussilahkan kak !
Hapus