Rabu, 25 Maret 2015

MEMBANGUN PILAR RUMAH TANGGA



Firman Allah :
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١
21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
(QS.Ar-Rum:21)

Di dalam rumah tangga di butuhkan kenyamanan jiwa dan ketenangan dengan bersama-sama, memandang dan bermain-main, menyegarkan hati, dan menguatkannya untuk beribadah sebagai sesuatu yang di perintahkan.  Bersahabat dengan perempuan termasuk istirahat yang dapat menghilangkan kesempitan dan menyegarkan hati.  Sayyidina Ali r.a berkata : istirahatkanlah hati untuk sesaat, karena jika hati itu membenci sesuatu maka ia akan menjadi buta. (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 29)
Dalam keluarga sakinah, tauhid merupakan suatu hal mendasar bagi kehidupan. Bangunan rumah tangga hanya bisa di perkokoh dengan fondasi tauhid yang kuat dan kokoh pula. Akan menjadi perkara yang sungguh kurang menguntungkan jika ada keluarga yang harmonis namun nilai-nilai ketauhidan tidak tampak pada diri penghuninya. (Anwar Sanusi, 2006: 112) . Masing-masing mempunyai peran yang sangat penting di dalam keluarga, yakni ayah sebagai pemimpin rumah tangga dan pemberi nafkah, sang ibu sebagai manajer rumah tangga dan sang buah hati yang telah di bimbing dengan kasih sayang yang tulus dari kedua orangtua untuk taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtuanya.
Rasulullah menekankan,”jatuhkan pilihanmu kepada agamanya karena keberadaannya dapat menghadirkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.” Jika sang suami memiliki jiwa tauhid yang tinggi, tidak menutup kemungkinan sang istripun tidak jauh dari jiwa tauhid sang suami.(Anwar Sanusi, 2006: 113)
Selain itu, untuk menumbuhkan kenyamanan dan ketenangan dalam rumah tangga, sang suami harus memperlakukan istri dengan baik, sebagaimana sebuah hadist yang di sebutkan Nabi. Beliau bersabda :
Terimalah wasiat tentang memperlakukan wanita (istri) dengan cara yang baik. Karena sesungguhnya wanita itu di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang melengkung. Dan sesuatu yang paling melengkung terdapat pada tulang rusuk paling atas. Jika hendak meluruskannya tanpa menggunakan perhitungan yang matang, maka kalian akan mematahkannya. Sedang jika kalian membiarkannya maka ia akan tetap melengkung. Oleh karena itu terimalah wasiat memperlakukan wanita dengan baik. (HR.Hafizh Al-Iraqi). (Deni Sutan Bahtiar, 2012: 161)
Sebagai pemimpin rumah tangga, jika sang suami melihat istri melakukan kesalahan, hendaknya permasalahan itu di bicarakan secara baik-baik, di hadapi dengan kesabaran dan mengingatkan sang istri bahwa hal tersebut salah, jangan sampai sang suami terburu-buru emosi dan memarahai sang istri tanpa mendengarkan alasan sang istri terlebih dahulu. Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun sang istri yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu jangan hanya melihat sisi kejelekan dari sang istri, akan tetapi lihatlah masih banyak kebaikan sang istri yang telah ia perbuat.

Di dalam hadist lain, Nabi SAW juga bersabda : “seseorang laki-laki janganlah membenci seorang perempuan hanya karena satu sifat yang di anggap buruk. Sebab,jika membenci satu sifat,maka pastilah ada sifat lain yang di sukai.” (HR.Al-Bukhori). (Deni Sutan Bahtiar, 2012: 161)

Seorang suami tidak boleh bersikap keras, dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya. Ia harus memberikan akhlak yang mulia, penuh kelembutan dan kasih sayang, meliputi pergaulan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.
Sebaliknya sang istri juga harus memiliki sikap lemah lebut kepada sang suami, karena selain itu, wanita sholehah juga di butuhkan sebagai penyempurna kenyamanan dan ketenangan dalam berumah tangga. sebaik-baik perhiasan dunia adalah seorang istri yang sholehah.
Wanita mempunyai peranan penting dalam kehidupan:
1)      wanita sebagai pendamping suami
·         bisa menjadi dokter ketika suami sakit
·         bisa menjadi penasehat bila suami bingung
ketika sang suami mempunyai masalah dengan pekerjaannya ataupun dengan kerabatnya, maka sang istri harus mampu memberikan nasihat.
·   bisa menjadi pakaian dan pakaian inilah yang bisa menentukan jiwa manusia. dalam  al-qur’andi sebutkan : harus saling menutupi rahasia,saling berbagi susah maupun gembira.
2)      wanita sebagai penerus keturunan dan pendidik anak-anak
·      seorang wanita harus siap mental maupun agamanya, siap lahir batin untuk menjadi seorang ibu yang bisa menuntun putra-putrinya agar menjadi putra putri yang sholeh sholehah.
3)      wanita sebagai pengelola rumah tangga
4)      wanita sebagai anggota masyarakat
·         anggota masyarakat yang baik adalah yang cepat tanggap bukan yang egois
jadilah  seorang yang bisa memenuhi anjuran hadist nabi :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “wanita yang paling baik adalah bila engkau lihat maka ia akan  menggembirakan, bila engkau  perintah  ia menta’ati dan bila engkau  tidak dirumah  ia menjaga hartamu dan menjaga akan dirinya”. (Abdullah Masrur MH, 1981: 110)
Oleh karena itu, cinta dalam sebuah rumah tangga merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri, dimana dengan cinta seseorang akan bahagia. Cintanya seorang istri terhadap suami merupakan suatu kewajiban begitupun sebaliknya. Cinta yang sejati akan tumbuh di antara mereka berdua seiring berjalannya waktu yang akan di rangkai menjadi kisah-kisah indah di dalam kehidupan mereka.
Dengan demikian ,apapun keadaanya, hiasilah selalu rumah tangga dengan cinta. Janganlah melihat sebuah keburukan di saat salah satu di antara pasangan tersebut melakukan kesalahan,sebab sesungguhnya di balik kesalahan itu tersimpan banyak kebaikan. Tidak seharusnya kita melihat keburukan sementara sebuah kebaikan malah tidak di lihat dan di abaikan.

16 komentar:

  1. Subhanallah. Mbk ijin share ya. Mksh

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Semoga kita dapat menggapai bahtera keluarga bahagia,yang berlabu didermaga keluarga sakinah mwaddah warahmah.Wallahu a’lam bisshowab.

    BalasHapus
  4. Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu dan "nggemesi", sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. subhanallah, begitu indah keluarga yang diliputi dengan sakinah mawaddah warohmah.

      Hapus
  5. Mudah-mudahan menjadi insan yang baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mewujudkannya susah kak ,,
      hehehe

      Hapus
    2. ada niat, kemauan, keyakinan, di dorong dengan do'a insyaallah sedikit demi sedikit akan mudah d jalankan :) semoga

      Hapus
  6. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

    izin share ya?

    BalasHapus
  7. subhanallah begitu luar biasa peran istri begitupula suami :) semoga kita semua mendapatkan pendamping hidup sholah/sholehah.

    BalasHapus