Rabu, 25 Maret 2015

KISAH TELADAN ABDULLAH BIN RAWAHAH.R.A



Ketika Rasulullah hijrah dan menetap di Madinah bersama sahabatnya, Abdullah bin Rawahah  memiliki banyak usaha dan kegiatan dalam membela agama dan mengukuhkan sendi-sendinya. Ia yang paling menguasai untuk melihat strategi musuh, seperti tipu muslihat Abdullah bin Ubay (pemimpin golongan munafik) yang tidak pernah putus asa untuk menjatuhkan islam dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan.  Kesiagaan Abdullah bin Rawahah dapat mengagalkan niat buruk Abdullah bin Ubay.
Abdullah bin Rawahah bin Tsa’labah bin Imri’ al-Qais berasal dari golongan Anshar kabilah khazraj. Biasa di panggil dengan Abu Muhammad atau Abu Rawaahah. Abdullah bin Rawahah r.a masuk islam di hadapan Rasulullah saw,dan termasuk 10 sahabat yang di jamin masuk surga. (Asyraf Muhammad al-Wahsy, 2009: 165)
Abdullah bin Rawahah r.a adalah seorang sahabat yang sangat pandai menggubah bait-bait syair karena itu dia sangat sedih ketika turun ayat : (Asy-Syu’ara 224-226)
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ٢٢٤ أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ ٢٢٥  وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ٢٢٦
“Dan penyair-penyair itu di ikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidaklah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?”. (Asy-Syu’ara 224-226)
Setelah membaca ayat tersebut, Abdullah bin Rawahah r.a berkata, “Allah telah mengetahui bahwa aku termasuk di antara mereka.” Kemudian Allah SWT menurunkan ayat berikutnya :
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ٢٢٧
“Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir) ... “ (Asy-Syu’ara:227).
Membaca ayat ini, Abdullah bin Rawahah r.a mendapatkan kembali kebahagiaannya. (Asyraf Muhammad al-Wahsy, 2009: 175)
            Di antara gubahan bait-bait syair Abdullah bin Rawahah r.a tentang pujian kepada Rasulullah saw adalah sebagai berikut :
Di sisi kami ada Rasulullah saw. Kami membaca kitabnya(al-Qur’an).
Maka terbit kebaikan di waktu fajar yang menerangi.
Malam hari lembungnya menjauh dari tempat tidur.
Apabila tempat tidur menjadi berat dengan masalah orang-orang musyrik.
Dia datang membawa petunjuk setelah buta mata hati kami.
Dengan petunjuk menjadi yakin segala yang di katakan akan terjadi. (Asyraf Muhammad al-Wahsy, 2009: 177)
Dan datanglah waktunya perang Muktah .. Abdullah bin Rawahah   adalah panglima yang ketiga dalam pasukan Islam. Ibnu Rawahah berdiri dalam keadaan siap bersama pasukan Islam yang akan berangkat meninggalkan kota Madinah .. Ia tegak sejenak lalu berkata, mengucapkan syairnya ;
“Yang kupinta kepada Allah Yang Maha Rahman
Keampunan dan kemenangan di medan perang
Dan setiap ayunan pedangku memberi ketentuan
Bertekuk lututnya angkatan perang syetan
Akhirnya aku tersungkur memenuhi harapan ....
Mati syahid di medan perang !!!
            Balatentara islam maju bergerak ke medan perang Muktah. Sewaktu orang-orang islam dari kejauhan telah dapat melihat musuh-musuh mereka, mereka memperkirakan besarnya balatentara Romawi sekitar dua ratus ribu orang, karena menurut kenyataan barisan tentara mereka seakan tak ada ujung akhir dan seolah-olah tidak terbilang banyaknya.
            Orang-orang islam melihat jumlah mereka yang sedikit, lalu terdiam, dan sebagian ada yang menyeletuk berkata :” baiknya kita kirim utusan kepada Rasulullah, memberitakan jumlah musuh yang besar. Mungkin kita dapat bantuan tambahan pasukan, atau jika di perintahkan tetap maju maka kita patuhi.” Tetapi Ibnu Rawahah bagaikan datangnya siang bangun berdiri di antara barisan pasukan-pasukannya lalu berucap :
“Kawan-kawan sekalian ! Demi Allah, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasar bilangan,kekuatan atau banyaknya jumlah ... ! Kita tidak memerangi mereka, melainkan karena mempertahankan agama kita ini, yang dengan memeluknya kita telah di muliakan Allah ... ! Ayolah kita maju ... ! salah satu dari dua kebaikan pasti kita capai, kemenangan atau syahid di jalan Allah .. !”
            Dengan bersorak sorai kaum muslimin yang sedikit bilangannya,tetapi besar imannya itu menyatakan setuju. Mereka berteriak : “Sungguh demi Allah, benar yang di bilang Ibnu Rawahah !
            Demikianlah, pasukan terus ke tujuannya, dengan bilangan yang jauh lebih sedikit menghadapi musuh yang berjumlah 200.000 yang berhasil di himpun orang Romawi untuk menghadapi suatu peperangan dahsyat yang belum ada taranya.
            Kedua pasukan balatentara itu pun bertemu, lalu berkecamuklah pertempuran di antara keduanya. Pemimpin yang pertama Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid yang mulia, di susul oleh pemimpin yang kedua Ja’far bin Abi Thalib, hingga ia memperoleh syahidnya pula dengan penuh kebesaran, dan menyusul pula sesudah itu pemimpin yang ketiga ini, Abdullah bin Rawahah. Di kala itu ia memungut panji perang dari tangan kanan Ja’far, sementara peperangan sudah mencapai puncaknya. Hampir-hampirlah pasukan islam yang kecil itu, tersapu musnah di antara pasukan-pasukan Romawi yang datang membanjiri laksana air bah, yang berhasil di himpun oleh Heraklius untuk maksud ini.
            Ketika ia bertempur sebagai seorang prajurit, Ibnu Rawahah menerjang ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan tanpa ragu-ragu dan perduli. Sekarang setelah menjadi panglima seluruh pasukan, yang akan di mintai tanggung jawabnya atas hidup mati pasukannya, demi terlihat kehebatan tentara Romawi, seketika seolah terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinya. Tetapi saat itu hanya sekejap, kemudian ia membangkitkan seluruh semangat dan kekuatannya dan melenyapkan semua kekhawatiran dari dirinya, sambil berseru :
“Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga
Tapi kenapa kulihat, engkau menolak surga ...
Wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh,kau kan pasti mati
Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti ..
Tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini
Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah kesatria sejati .. !”
(maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja’far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada).
            “Jika kamu berbuat seperti keduanya, itulah kesatria sejati ...!” Ia pun maju menyerbu orang-orang Romawi dengan tabahnya. Kalau tidaklah taqdir Allah yang menentukan, bahwa hari ini adalah saat janjinya akan ke surga, niscaya ia akan terus menebas musuh dengan pedangnya,hingga dapat menewaskan sejumlah besar dari mereka. Tetapi lonceng keberangkatan sudah berdenting, yang memberitahukan awal perjalanannya pulang ke hadirat Allah, maka naiklah ia sebagai syahid.
            Jasadnya jatuh terkapar, tapi rohnya yang suci dan perwira naik menghadap Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Tinggi, dan tercapailah puncak idamannya :
“Hingga di katakan, yaitu bila mereka melewati mayatku: Wahai prajurit perang yang di pimpin Allah,dan benar ia telah terpimpin !”
“Benar engkau ya Ibnu Rawahah .. ! Anda adalah seorang prajurit yang telah di pimpin oleh Allah .. !”
Selagi pertempuran sengit sedang berkecamuk di bumi Balqa’ di Syam, Rasulullah saw sedang duduk beserta para shahabat di Madinah, sambil mempercakapkan merekka. Tiba-tiba percakapan yang berjalan dengan tenang dan tenteram, Nabi terdiam, kedua matanya jadi basah berkaca-kaca. Beliau mengangkatkan wajahnya dengan mengedipkan kedua matanya, untuk melepas air mata yang jatuh di sebabkan rasa duka dan belas kasihan ! Seraya memandang berkeliling ke wajah para sahabatnya dengan pandangan haru, beliau berkata :”Panji perang di pegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga ia gugur sebagai syahid.. Kemudian di ambil alih oleh Ja’far,dan ia bertempur pula bersamanya sampai syahid pula .. “Beliau berdiam sebentar lalu di teruskannya ucapannya: “Kemudian panji itu di pegang oleh Abdullah bin Rawahah dan ia bertempur bersama panji itu,sampai akhirnya ia pun syahid pula.”
Kemudian Rasul diam lagi seketika, sementara mata beliau bercahaya,menyinarkan kegembiraan,ketentraman dan kerinduan, lalu katanya pula: “Mereka bertiga di angkatkan ke tempatku ke surga.”
Perjalanan mana lagi yang lebih mulia ...
Kesepakatan mana lagi yang lebih berharga ...
Mereka maju ke medan laga bersama-sama ...
Dan mereka naik ke surga bersama-sama pula ...
Dan penghormatan yang di berikan untuk mengenangkan jasa mereka yang abadi ialah ucapan Rasulullah saw yang berbunyi : “Mereka telah di angkatkan ke tempatku ke surga.” (Khalid Muhammad Khalid, 2006 :336-339)
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari kisah tersebut bahwasannya kita harus menjadikan diri kita pemimpin yang adil dan bijaksana, bukan hanya pemimpin yang duduk tenang melihat bawahannya sedang kesusahan. Akan tetapi mereka maju untuk menyelamatkan bawahannya. Mengedepankan kesejahteraan bawahannya, dan terjun bersama-sama untuk menyelesaikan suatu masalah. Sangat susah sekali di zaman sekarang ini mencari pemimpin yang seperti ini, pemimipin di zaman sekarang malah bersembunyi di belakang bawahannya. Mereka takut menghadapi sesuatu, padahal sudah jelas kelak pemimpin akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
Point yang kedua, tidak semua penyair adalah orang yang menyesatkan, selagi dia beriman, berbuat kebajikan, dan mengingat Allah. Mereka bersyair untuk memberikan motivasi kepada oranglain agar mereka tidak takut untuk berjuang di jalan Allah. seperti slogan Abdullah Ibnu Rawahah r.a :
Wahai diri ...
Jika kau tidak gugur di medang juang ...
Kau akan tetap akan mati ...
Walau di atas ranjang ...

KEDAHSYATAN SHOLAWAT



Firman Allah :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat pada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bacalah sholawat dan salam pada Nabi saw dengan sesungguhnya.
Tiap hari ,tiap bulan bahkan tiap tahun kita boleh memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Kita bersyukur di pilih Allah menjadi umat Nabi Muhammad saw, menjadi pengagum Nabi saw.

Ya Nabii salam alaik .. Ya Rasul salam alaik..
Dari Abdullah bin Amr bin Ash,ia mendengar Rasul saw bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلآَةً صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ بِهأَ عَشْرًا (رؤاه مسلم)
Artinya :”Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali,pasti Allah merahmatinya 10x.” (HR.Muslim) (Al-Hafidh Masrap Suhaemi, 1986: 671)
Nabi saw bersabda :
مَنْ صَلَّ عَلَيِّ عَشْرًا اِذَا اَصْبَحَ وَ عَشْرًا اِذَا اَمْسَى آمَنَهُ اَللهُ تَعَآ لى مِنَ الْفَزَعِ الآَكْبَرِ يَوْمَ الْقِيَآمَةِ وَ كاَنَ مَعَ الّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيّيْنَ وَ الصّدِّيْقِيْنَ 
“Barang siapa membaca sholawat untuk aku sepuluh kali di waktu pagi dan sepuluh kali di waktu senja,di amankan oleh Allah dari ketakutan terbesar di hari qiamat dan di jajarkan oleh Allah bersama mereka yang telah di anugerahi nikmat-Nya dari para Nabi-nabi dan para Shiddiqin (Zubdatul Waa’izhiin).” (Salim Bahreisy, TT: 151-152)
Karena cinta kita semua kepada Nabi Muhammad maka kita mengadakan peringatan maulid Nabi, membaca sholawat bukan hal yang sia-sia, ketika kita kagum terhadap Nabi saw, kita berarti mendaftarkan diri selamat hidup di dunia dan akhirat.
Allah tidak akan memberikan satu hukuman kepada sebuah kaum, kepada sebuah negara, kepada seseorang jika engkau Muhammad ada di tengah-tengah mereka, dan Allah tidak akan memberikan satu hukuman, kepada sebuah kaum, kepada sebuah negara, kepada seseorang jika di antara mereka ada yang mau membaca istighfar.

Firman Allah : Ar-Rum :41
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
Tiap malapetaka di dalam dunia, itu semua karena ulah manusia. Betapa banjir melanda merusak tanaman, mengapa gempa melanda, dan membawa korban, tanyakan dirimu.
Allah tidak mmberi musibah, jika di tengah-tengah ada Nabi saw,  cara menghadirkan Nabi saw yakni dengan membaca sholawat, mengadakan peringatan maulid Nabi, kita praktek melaksanakn sunnahnya Nabi. jika kita seperti itu, insyaAllah musibah tidak datang dan masalah akan bisa di hadapai.
مَنْ اَحَبَّ شَيْءً اَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ
“Barang siapa mencintai barang sesuatu ia akan selalu menyebutnya.” (H.Salim Bahreisy, TT: 153)
Oleh karena itu, barang siapa yang mencintai Allah, maka ia akan selalu mengingat Allah, dan barang siapa yang mencintai Rasulullah, maka ia akan memperbanyak sholawat untuk Rasulnya.
Ajarkan anak kalian 3 perkara :
Cinta Nabi, cinta keluarga Nabi, cinta Al-quran, maka tidak akan ada anak berani kepada orangtua jika nabi di datangkan ke tengah tengah mereka. insyaAllah ..
Nabi saw bersabda : Tiga macam orang yang akan mendapat naungan Allah azza wa jalla , pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah. Maka di tanya : siapakah mereka itu ya Rasulullah? jawab Nabi saw :siapa yang meringankan kesukaran seorang dari ummatku, dan siapa yang menghidupkan sunnahku, dan siapa yang banyak membaca sholawat padaku (untukku). (Salim Bahreisy, TT: 430)
Siapa yang ingin berhasil hajatnya, hilang masalahnya , hilang musibahnya, selamat hidupnya, maka ikhtiar dengan sungguh-sungguh, brdo’a dengan mantap, dan di dorong sholawat nabi. 

KESUKSESAN HIDUP MELALUI SHOLAT



            Hai orang-orang yang beriman,janganlah di lalaikan oleh kesibukan terhadap harta dan anak-anakmu untuk mengerjakan dzikrullah(sembahyang), dan siapa yang berbuat begitu maka merekalah yang rugi. (H.Salim Bahreisy, TT: 62)
Ibnu Umar r.a berkata : Sesungguhnya seorang hamba bila ia berdiri sembahyang maka di letakkan semua dosa-dosanya di atas kepala dan kedua bahunya,maka tiap ia ruku’ atau sujud rontok (berjatuhan) dosa-dosanya itu. (H.R Atthabarani, Al baihaqi)
             Sholat bukan hanya suatu perkara yang mendekatkan hamba dengan sang penciptanya, namun sholat memiliki dua pengaruh besar, yakni : Pengaruh individual dimana ia menjadikan seseorang dekat dengan Tuhan-Nya, pengaruh sosial dimana ia menjadikan seseorang memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat. (Khalili Musthafa, 2006: 108)
Manusia memiliki keagungan yang di berikan oleh Allah swt, sebagaimana firman Allah:
وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ٧٠
Dan sesungguhnya telah kami muliakan ank-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (QS.Al Isro’:70)
Maksudnya di muliakan dan di beri kelebihan dengan keindahan bentuk dan keluwesan tabiat serta akal sebagai alat memikir dan kecakapan berbicara, mencari sumber-sumber hidup, menguasai apa yang terdapat di atas bumi untuk di gunakannya bagi kepentingan kesejahteraannya dengan di permudahkannya pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan. (H.Salim Bahreisy,TT: 315)
Oleh karena itu kita harus mensyukuri semua nikmat yang di berikan Allah kepada kita. Kebahagiaan menurut islam adalah bertumpu pada upaya bagaimana kita bersyukur menerima apapun yang kita terima dari Allah swt. Sedikit atau banyak tetap kita syukuri dengan keyakinan itu adalah sesuatu yang terbaik menurut Allah. Kebahagiaan sejati akan kita temukan ketika kita bisa mengingat Allah.
Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “aku wasiatkan kepada kalian sholat yang merupakan tiang agama dan tonggak islam, maka janganlah kalian melalaikannya.” oleh karena itu, barang siapa yang meninggalkan sholat berarti dia berada dalam kegelapan karena mereka tidak mengerjakan suatu kewajiban, mereka juga akan kehilangan nilai sosial di tengah masyarakat dan mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Akhir kata, saya akan menyampaikan sebuah hikayat :
Seorang saleh mengubur saudaranya perempuan yang telah mati, tiba-tiba dompet uangnya jatuh dalam kubur dengan tidak terasa, hingga pulang ia baru ingat, maka ia segera kembali ke kubur untuk di galinya, setelah di gali tiba-tiba kubur itu menyala api, maka segera di tutup kembali,dan segera pulang ke rumah sambil menangis dan bertanya kepada ibunya : Hai ibuku beritahukan padaku apakah amal saudaraku itu? di tanya oleh ibunya : mengapa kamu tanya hal itu? jawabnya : Hai ibu saya telah melihat kuburnya menyala api. Maka menangislah ibunya dan berkata : Saudaramu bisa meringankan sembahyang dan mengakhirkan waktunya.
            Bila sedemikian keadaan orang yang mengakhirkan waktu sembahyang, maka bagaimana orang yang tidak mengerjakan sama sekali? mereka akan jauh dari cahaya dan tenggelam dalam kegelapan.  Padahal pada malam mi’raj Allah swt menunjukkan kepada Nabi saw berbagai hakikat dan  kenyataan di antaranya adalah sholat yang berbentuk sekumpulan cahaya yang terdiri dari 40 macam cahaya dan menerangi sekeliling arasy (singgasana) Allah swt. Karena itu maka Rasulullah saw bersabda .” sholat adalah cahaya”. Sungguh beruntung orang yang menjadikan sholat sebagai kewajiban dan kebutuhan karena mereka akan senantiasa di liputi oleh cahaya. (H.Salim Bahreisy,TT: 82)
Semoga Allah menolong kita untuk dapat menjaga dengan sempurna tepat pada waktunya, sungguh Allah Maha pemurah dan belas kasih.

MEMBANGUN PILAR RUMAH TANGGA



Firman Allah :
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١
21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
(QS.Ar-Rum:21)

Di dalam rumah tangga di butuhkan kenyamanan jiwa dan ketenangan dengan bersama-sama, memandang dan bermain-main, menyegarkan hati, dan menguatkannya untuk beribadah sebagai sesuatu yang di perintahkan.  Bersahabat dengan perempuan termasuk istirahat yang dapat menghilangkan kesempitan dan menyegarkan hati.  Sayyidina Ali r.a berkata : istirahatkanlah hati untuk sesaat, karena jika hati itu membenci sesuatu maka ia akan menjadi buta. (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 29)
Dalam keluarga sakinah, tauhid merupakan suatu hal mendasar bagi kehidupan. Bangunan rumah tangga hanya bisa di perkokoh dengan fondasi tauhid yang kuat dan kokoh pula. Akan menjadi perkara yang sungguh kurang menguntungkan jika ada keluarga yang harmonis namun nilai-nilai ketauhidan tidak tampak pada diri penghuninya. (Anwar Sanusi, 2006: 112) . Masing-masing mempunyai peran yang sangat penting di dalam keluarga, yakni ayah sebagai pemimpin rumah tangga dan pemberi nafkah, sang ibu sebagai manajer rumah tangga dan sang buah hati yang telah di bimbing dengan kasih sayang yang tulus dari kedua orangtua untuk taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtuanya.
Rasulullah menekankan,”jatuhkan pilihanmu kepada agamanya karena keberadaannya dapat menghadirkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.” Jika sang suami memiliki jiwa tauhid yang tinggi, tidak menutup kemungkinan sang istripun tidak jauh dari jiwa tauhid sang suami.(Anwar Sanusi, 2006: 113)
Selain itu, untuk menumbuhkan kenyamanan dan ketenangan dalam rumah tangga, sang suami harus memperlakukan istri dengan baik, sebagaimana sebuah hadist yang di sebutkan Nabi. Beliau bersabda :
Terimalah wasiat tentang memperlakukan wanita (istri) dengan cara yang baik. Karena sesungguhnya wanita itu di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang melengkung. Dan sesuatu yang paling melengkung terdapat pada tulang rusuk paling atas. Jika hendak meluruskannya tanpa menggunakan perhitungan yang matang, maka kalian akan mematahkannya. Sedang jika kalian membiarkannya maka ia akan tetap melengkung. Oleh karena itu terimalah wasiat memperlakukan wanita dengan baik. (HR.Hafizh Al-Iraqi). (Deni Sutan Bahtiar, 2012: 161)
Sebagai pemimpin rumah tangga, jika sang suami melihat istri melakukan kesalahan, hendaknya permasalahan itu di bicarakan secara baik-baik, di hadapi dengan kesabaran dan mengingatkan sang istri bahwa hal tersebut salah, jangan sampai sang suami terburu-buru emosi dan memarahai sang istri tanpa mendengarkan alasan sang istri terlebih dahulu. Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun sang istri yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu jangan hanya melihat sisi kejelekan dari sang istri, akan tetapi lihatlah masih banyak kebaikan sang istri yang telah ia perbuat.

Di dalam hadist lain, Nabi SAW juga bersabda : “seseorang laki-laki janganlah membenci seorang perempuan hanya karena satu sifat yang di anggap buruk. Sebab,jika membenci satu sifat,maka pastilah ada sifat lain yang di sukai.” (HR.Al-Bukhori). (Deni Sutan Bahtiar, 2012: 161)

Seorang suami tidak boleh bersikap keras, dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya. Ia harus memberikan akhlak yang mulia, penuh kelembutan dan kasih sayang, meliputi pergaulan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.
Sebaliknya sang istri juga harus memiliki sikap lemah lebut kepada sang suami, karena selain itu, wanita sholehah juga di butuhkan sebagai penyempurna kenyamanan dan ketenangan dalam berumah tangga. sebaik-baik perhiasan dunia adalah seorang istri yang sholehah.
Wanita mempunyai peranan penting dalam kehidupan:
1)      wanita sebagai pendamping suami
·         bisa menjadi dokter ketika suami sakit
·         bisa menjadi penasehat bila suami bingung
ketika sang suami mempunyai masalah dengan pekerjaannya ataupun dengan kerabatnya, maka sang istri harus mampu memberikan nasihat.
·   bisa menjadi pakaian dan pakaian inilah yang bisa menentukan jiwa manusia. dalam  al-qur’andi sebutkan : harus saling menutupi rahasia,saling berbagi susah maupun gembira.
2)      wanita sebagai penerus keturunan dan pendidik anak-anak
·      seorang wanita harus siap mental maupun agamanya, siap lahir batin untuk menjadi seorang ibu yang bisa menuntun putra-putrinya agar menjadi putra putri yang sholeh sholehah.
3)      wanita sebagai pengelola rumah tangga
4)      wanita sebagai anggota masyarakat
·         anggota masyarakat yang baik adalah yang cepat tanggap bukan yang egois
jadilah  seorang yang bisa memenuhi anjuran hadist nabi :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “wanita yang paling baik adalah bila engkau lihat maka ia akan  menggembirakan, bila engkau  perintah  ia menta’ati dan bila engkau  tidak dirumah  ia menjaga hartamu dan menjaga akan dirinya”. (Abdullah Masrur MH, 1981: 110)
Oleh karena itu, cinta dalam sebuah rumah tangga merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri, dimana dengan cinta seseorang akan bahagia. Cintanya seorang istri terhadap suami merupakan suatu kewajiban begitupun sebaliknya. Cinta yang sejati akan tumbuh di antara mereka berdua seiring berjalannya waktu yang akan di rangkai menjadi kisah-kisah indah di dalam kehidupan mereka.
Dengan demikian ,apapun keadaanya, hiasilah selalu rumah tangga dengan cinta. Janganlah melihat sebuah keburukan di saat salah satu di antara pasangan tersebut melakukan kesalahan,sebab sesungguhnya di balik kesalahan itu tersimpan banyak kebaikan. Tidak seharusnya kita melihat keburukan sementara sebuah kebaikan malah tidak di lihat dan di abaikan.