Rabu, 25 Maret 2015

PERAN ORANGTUA TERHADAP BUAH HATI


Berketurunan merupakan tujuan pokok di antara tujuan pernikahan. Hal ini merupakan kecintaan laki-laki sebagai akar rumah tangga,begitu juga bagi perempuan. Karena setiap manusia ingin agar namanya tetap ada dan berlanjut pengaruhnya.
Allah berfirman :
ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱلۡبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ أَمَلٗا ٤٦

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. (QS.Al kahfi :46)
Oleh karena itu, islam memperhatikan untuk bertanggung jawab pada keturunan dan mempersiapkan perlengkapan baginya. Masing-masing tumbuh bebas dari gangguan-gangguan, jauh dari kebinasaan-kebinasaan. (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 252).
Memberikan dasar pendidikan keimanan merupakan suatu hal yang sangat penting. Mendidik anak bukan di mulai ketika sudah tampak bentuknya, akan tetapi mendidik anak di mulai ketika terjadinya pertemuan nutfah di dalam rahim. Sejak dini hendaklah orang tua memperkenalkan kehidupan yang bernafaskan islami sehingga anak sudah terbiasa dengan keislaman yang akan ia jumpai didalam rumahnya ataupun lingkungannya.
Sejak dini anak perlu dididik dan di tanamkan kecintaan kepada Rasul saw dan keluarganya serta kecintaan membaca al-qur’an. Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ali r.a bahwa Nabi saw bersabda : “Didiklah anakmu atas tiga hal ; mencintai Nabinya. mencintai ahli baitnya (keluarganya),dan membaca al-qur’an karena pembawa al-qur’an akan berada di bawah naungan Arsy Allah bersama-sama dengan para nabi beserta dengan hambanya yang suci,pada hari ketika tidak ada naungan selain dari Allah swt. Para ulama’ sependapat bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah tauhid,yaitu dalam keimanan akidah kepada Allah swt dan dalam keadaan bersih dan suci. Apabila sejak kecil di mulai dengan pendidikan yang baik niscaya tumbuh besar sebagai manusia seutuhnya. Oleh karena itu ketika sang buah hati telah terlahir, maka di sunnahkan untuk di adzani dan di iqomati, karena getaran pertama akan berpengaruh terhadap karakter anak tersebut. (Anwar Sanusi, 2006: 228).
“Tidak ada pemberian yang lebih utama dari seorang ayah kepada anaknya, selain akhlak yang baik.” (HR.Tirmidzi) (Miftah Faridl, 2005: 266).
Akhlak atau moral penting di tanamkan kepada anak. Tentu akhlak yang di maksud adalah akhlak yang berkaitan erat dengan yang di ajarkan dalam agama islam,bukan semata-mata perbuatan baik yang lazim di lakukan di masyarakat. Artinya setiap perbuatan baik tersebut harus mengacu pada hukum islam dan di niatkan untuk mendapatkan ke ridhoan-Nya. (Miftah Faridl, 2005: 267)
Misalnya :
·         Membina akhlak anak terhadap orang lain
orangtua harus mampu memberikan contoh dan mengajarkan bagaimana cara bergaul dengan orang lain.  sopan santun dalam pergaulan,tidak sombong dan sederhana.
·         Memberikan pendidikan akhlak di dalam keluarga
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik karakter seorang anak, orang tua harus memberikan keteladanan yang positif sehingga mereka akan mencontoh keteladanan tersebut. Misalnya pembinaan ibadah, cara berbicara dengan orangtua maupun dengan masyarakat.
Kalau akhlak demikian penting, maka sudah selayaknya di ajarkan sejak kecil. Bahkan pelajaran itu bisa di berikan sejak lahir. pengkondisiaanya justru di mulai sejak ibu hamil dengan membiasakan melakukan akhlak yang baik kepada semua orang. Perilaku ibu yang tengah mengandung ini-insya Allah dapat memberikan pelajaran awal kepada jabang bayi untuk berakhlak mulia. Al-Ghazali mengatakan dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin “anak adalah amanah di tangan ibu bapaknya. Hatinya masih suci ibarat permata yang mahal harganya. Maka jika ia besar dengan akhlak yang baik maka akan bahagia dunia akhirat. Sebaliknya apabila terbiasa dengan akhlak yang buruk, tidak di pedulikan sebagaimana hewan maka ia akan hancur dan binasa.”( Miftah Faridl,  2005: 268)
Selain itu orang tua memiliki kewajiban memberi nama seorang anak dengan nama terbaik. Hadist-hadist Nabi saw yang mulia telah memberikan penjelasan untuk memberikan perhatian dalam memberikan nama anak dan memilih nama yang baik. Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya kalian pada hari kiamat kelak di panggil dengan nama-nama kalian,dan nama bapak-bapak kalian, maka berilah nama-nama yang bagus pada nama kalian.” (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 265).
Memberi nama yang terbaik bagi anak dapat membuat mereka semakin percaya diri dan menjadi sarana berdo’a kepada Allah. Nama merupakan bagian dari do’a. “Demikian yang di jelaskan oleh Nabi saw, ketika kita memanggil putra-putri kesayangan kita,niatkan bukan hanya supaya anak menyahuti panggilan kita, tetapi lebih dari itu yakni sebenarya kita sedang berdo’a kepada Allah swt.
            Akhir kata, marilah kita didik anak-anak kita agar mereka memiliki dasar keimanan yang tidak mudah tergoyahkan dan bisa menjadi putra-putri yang sholeh sholehah. Aamiin..

14 komentar:

  1. sipp, tapi teks penutupnya ada yg kurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan di beri masukan :) saling berbagi inspirasi.

      Hapus
    2. maksudmya salamnya tidak ada azka hehehe

      Hapus
  2. info bermanfaat skali. Trimakasih.#^_^#

    BalasHapus
  3. Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak tidak bisa kita abaikan lagi, namun perlu dikembangkan. :)

    BalasHapus
  4. peran yang luar biasa :)
    selalu berikan perhatian secara aktif, mendengarkan apa yang ingin si anak bicarakan, memotivasi kegiatan sekolahnya, dan membantu anak ketika ia sedang mendapatkan masalah dalam hidupnya.

    BalasHapus
  5. makasih buat wawasannya, izin share kak !

    BalasHapus
  6. luar biasa adek kecil ini :) izin copy ya?

    BalasHapus