Bulan
akan berganti, seiring sang mentari menyambut pagi, kini siang ku lalui berarak
meninggi diatas peraduan, memberi warna akan keindahan sang Pencipta. Azka...
Az... Az... “Terdengar suara wanita dari gedung A fakultas dakwah dan
komunikasi.” Sejenak saya berhenti (sambil mencari darimana suara asing
tersebut). Didepan mading terlihat seorang gadis berbaju kuning dengan
tersenyum dia menyambut kedatanganku. Apa kabar Az? “ungkap si Mimin.” Baik,
kamu sendiri bagaimana? (saling berjabat tangan). Baik juga, eeehh kamu semakin
kurus saja Az !!! Ucap gadis berkulit coklat matang itu. Hahahahaa ... (Aku
tertawa) masak sih? berat badanku naik 1 Kg lho ! “Hahhh” (ekspresi gadis yang
mempunyai berat badan 50 Kg itu). Ya sudah aku masuk dulu ya? “ucap aku kepada
teman intensif Bahasa Arab di semester 2.
Masih
berjalan 6 langkah, teman yang menggandeng tangan saya bertemu dengan kawannya.
Mereka saling menyapa untuk bertanya kabar, aku hanya tersenyum mendengarnya. Ku
langkahkan kaki beriringan dengan langkah Nafisa menaiki tangga menuju ruang
D1.211. Dari kaca pintu terlihat perkuliahan “Teknik Khitobah II” sudah di mulai, aku terkejut dan ku genggam
erat tangan teman berkerudung orange yang bersamaku. Saya bersandar di pintu
coklat dengan banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiranku. Mengapa kak Farid bersujud di dalam kelas? Apa
dia sedang praktek sholat? belum terjawab pertanyaanku, terdengar suara
menggelegar dari dosen yang sangat berwibawa “ sini.. sinii.. Sujud syukur baca
subhanallah 100x.” Spontan saya menaruh tas di bangku depan sebelah kiri.
Rasa
malu terus menghantui pikiran, saya tidak langsung melaksanakan perintah
tersebut, Apa sepatu ini di pakai untuk bersujud? “bisik aku kepada gadis
berhidung pesek yang bersamaku.” Saya bergumam “Ahh pakai sajalah sepatu hijau
ini untuk bersujud.” 30 cm jarak kening ke lantai saya kembali berfikir, ini
lantai apa pasir. Ubin yang berwarna putih, kini berubah menjadi hitam berdebu.
5 detik bersilam saya bersujud dengan bimbang karena saya harus menghitung 100
bacaan yang di baca. Selesai
melakukannya, perlahan wajah terangkat dari ubin dan terlihat senyum dari cowok
di bangku nomor 2 ujung sebelah kanan.
Aku tadi juga sujud, “ Ungkap cowok berkemeja biru.” Saya masih menoleh
ke segala arah melihat teman yang lain juga melakukan hal yang sama. Ini pengalaman yang akan selalu terkenang,
pertama kali bersujud dengan bersepatu.
Silahkan
duduk, “Ucap Prof Dr.H.Moh Ali Aziz,” Az mana fotocopian tadi?, bagikan 1
lembar untuk dua mahasiswa. “Tanya dan perintah dosen bersemangat muda itu”
(dengan membuka tangannya). Berdiri di deretan bangku pertama, dosen
berkacamata itu menjelaskan pedoman penulisan yang berada di kertas yang telah
di bagikan dengan semangat yang menyala-nyala untuk mengantarkan mahasiswa
menjadi penulis terkenal.
Saya
tidak bakat menulis pak ! “Teriak Handika.” Siapa bilang kalian tidak bakat
menulis, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? kalian semua bisa,
“ungkap dosen berkemaja putih rapi.” Ketika teman-teman sibuk mengeluh, saya
ribut dengan kursi yang menjadi penyangga berwarna coklat yang terbuat dari
kayu membuat saya merasa tidak nyaman duduk selama 2 jam.
Ruang
bercat cream, 1 Ac yang menyala meliputi jalannya perkuliahan ini. 31 Maret
2015 dosen bersepatu hitam memberikan materi penulisan. Ada 4 sesi penulisan, 3
sesi menceritakan tentang kejadian hari ini, dan 1 sesi terakhir mengungkap
kejadian di masa kecil. Setiap tahap, ada jeda waktu yang di berikan agar
mahasiswa berkesempatan membacakan karangannya.
Yah
... Hari yang mengesankan, ikuti apa yang saya katakan, saya bahagia karena
detik ini juga kelas ini berubah menjadi lebih hebat dari kemarin, tepuk tangan
untuk kalian semua, “ungkap dosen mantan dekan fakultas dakwah dan komunikasi.”
hukuman yang bermanfaat akan menjadikan pengalaman yang selalu terkenang.
BalasHapuspengalaman yg luar biasa, akan mnjadikan diri untuk bangkit lebih baik dri sebelumnya :) syukron !
Hapussubhanallah,..
BalasHapusluar biasa hukumannya, lanjutkan :)
cerita yg unik
BalasHapusizin buat d jdikan bahan cerita ya?
monggo kak !
Hapussepatu kenangan, menarik, unik, lucu, mengesankan.
BalasHapussimpen sepatunya dek !
BalasHapuslike this azka !
BalasHapuslampu menyala namun tak semua, pendingin tersedia namun tak ada fungsinya, menambah sendu dalam tasbih kita,,,subhanallah
BalasHapussubhanallah ..
Hapuskeren, bisa menulis cerpen juga ustdzah ini..good
BalasHapusterimakasih :)
Hapushukuman yang bermanfaat
BalasHapusiyaa :)
Hapusdosen yang luar biasa, mampu memberikan semangat dri hukuman yg di berikan. selalu memberi motivasi dan menjadi inspirasi untuk mahasiswanya :)
terimakasih dosen idolaku Prof Dr.H.Moh Ali Aziz.
beliau memberikan perubahan kepada mahasiswanya
Hapushukuman yang bermanfaat dan mendapatkan pahala juga
BalasHapushehehehe..
menjadikan diri untuk menjadi lebih baik lagi :)
Hapusamin,,
Hapusbelajar dan trus belajar lagi menjadi lebih baik lagi ,, :)
iyaaa kakk :)
HapusHijau adalah warna yang dicintai Rasulullah. hehehe. Semoga saja sepatu hijau itu menjadi sepatu yang berkah
BalasHapusAamiin Yaa Robbal Aalamiin :)
Hapusmakasih Prof Syam.
subhanallah.. so sweet bangettt...
BalasHapus:) trimakasih :)
Hapus