Rabu, 01 April 2015

Sepatu Hijau Temani Sujudku


Bulan akan berganti, seiring sang mentari menyambut pagi, kini siang ku lalui berarak meninggi diatas peraduan, memberi warna akan keindahan sang Pencipta. Azka... Az... Az... “Terdengar suara wanita dari gedung A fakultas dakwah dan komunikasi.” Sejenak saya berhenti (sambil mencari darimana suara asing tersebut). Didepan mading terlihat seorang gadis berbaju kuning dengan tersenyum dia menyambut kedatanganku. Apa kabar Az? “ungkap si Mimin.” Baik, kamu sendiri bagaimana? (saling berjabat tangan). Baik juga, eeehh kamu semakin kurus saja Az !!! Ucap gadis berkulit coklat matang itu. Hahahahaa ... (Aku tertawa) masak sih? berat badanku naik 1 Kg lho ! “Hahhh” (ekspresi gadis yang mempunyai berat badan 50 Kg itu). Ya sudah aku masuk dulu ya? “ucap aku kepada teman intensif Bahasa Arab di semester 2.
Masih berjalan 6 langkah, teman yang menggandeng tangan saya bertemu dengan kawannya. Mereka saling menyapa untuk bertanya kabar, aku hanya tersenyum mendengarnya. Ku langkahkan kaki beriringan dengan langkah Nafisa menaiki tangga menuju ruang D1.211. Dari kaca pintu terlihat perkuliahan “Teknik Khitobah II”  sudah di mulai, aku terkejut dan ku genggam erat tangan teman berkerudung orange yang bersamaku. Saya bersandar di pintu coklat dengan banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiranku.  Mengapa kak Farid bersujud di dalam kelas? Apa dia sedang praktek sholat? belum terjawab pertanyaanku, terdengar suara menggelegar dari dosen yang sangat berwibawa “ sini.. sinii.. Sujud syukur baca subhanallah 100x.” Spontan saya menaruh tas di bangku depan sebelah kiri.
Rasa malu terus menghantui pikiran, saya tidak langsung melaksanakan perintah tersebut, Apa sepatu ini di pakai untuk bersujud? “bisik aku kepada gadis berhidung pesek yang bersamaku.” Saya bergumam “Ahh pakai sajalah sepatu hijau ini untuk bersujud.” 30 cm jarak kening ke lantai saya kembali berfikir, ini lantai apa pasir. Ubin yang berwarna putih, kini berubah menjadi hitam berdebu. 5 detik bersilam saya bersujud dengan bimbang karena saya harus menghitung 100 bacaan yang di baca.  Selesai melakukannya, perlahan wajah terangkat dari ubin dan terlihat senyum dari cowok di bangku nomor 2 ujung sebelah kanan.  Aku tadi juga sujud, “ Ungkap cowok berkemeja biru.” Saya masih menoleh ke segala arah melihat teman yang lain juga melakukan hal yang sama.  Ini pengalaman yang akan selalu terkenang, pertama kali bersujud dengan bersepatu.
Silahkan duduk, “Ucap Prof Dr.H.Moh Ali Aziz,” Az mana fotocopian tadi?, bagikan 1 lembar untuk dua mahasiswa. “Tanya dan perintah dosen bersemangat muda itu” (dengan membuka tangannya). Berdiri di deretan bangku pertama, dosen berkacamata itu menjelaskan pedoman penulisan yang berada di kertas yang telah di bagikan dengan semangat yang menyala-nyala untuk mengantarkan mahasiswa menjadi penulis terkenal.
Saya tidak bakat menulis pak ! “Teriak Handika.” Siapa bilang kalian tidak bakat menulis, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? kalian semua bisa, “ungkap dosen berkemaja putih rapi.” Ketika teman-teman sibuk mengeluh, saya ribut dengan kursi yang menjadi penyangga berwarna coklat yang terbuat dari kayu membuat saya merasa tidak nyaman duduk selama 2 jam.
Ruang bercat cream, 1 Ac yang menyala meliputi jalannya perkuliahan ini. 31 Maret 2015 dosen bersepatu hitam memberikan materi penulisan. Ada 4 sesi penulisan, 3 sesi menceritakan tentang kejadian hari ini, dan 1 sesi terakhir mengungkap kejadian di masa kecil. Setiap tahap, ada jeda waktu yang di berikan agar mahasiswa berkesempatan membacakan karangannya.
Yah ... Hari yang mengesankan, ikuti apa yang saya katakan, saya bahagia karena detik ini juga kelas ini berubah menjadi lebih hebat dari kemarin, tepuk tangan untuk kalian semua, “ungkap dosen mantan dekan fakultas dakwah dan komunikasi.”



23 komentar:

  1. hukuman yang bermanfaat akan menjadikan pengalaman yang selalu terkenang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengalaman yg luar biasa, akan mnjadikan diri untuk bangkit lebih baik dri sebelumnya :) syukron !

      Hapus
  2. subhanallah,..
    luar biasa hukumannya, lanjutkan :)

    BalasHapus
  3. cerita yg unik
    izin buat d jdikan bahan cerita ya?

    BalasHapus
  4. sepatu kenangan, menarik, unik, lucu, mengesankan.

    BalasHapus
  5. lampu menyala namun tak semua, pendingin tersedia namun tak ada fungsinya, menambah sendu dalam tasbih kita,,,subhanallah

    BalasHapus
  6. keren, bisa menulis cerpen juga ustdzah ini..good

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. iyaa :)
      dosen yang luar biasa, mampu memberikan semangat dri hukuman yg di berikan. selalu memberi motivasi dan menjadi inspirasi untuk mahasiswanya :)
      terimakasih dosen idolaku Prof Dr.H.Moh Ali Aziz.

      Hapus
    2. beliau memberikan perubahan kepada mahasiswanya

      Hapus
  8. hukuman yang bermanfaat dan mendapatkan pahala juga
    hehehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjadikan diri untuk menjadi lebih baik lagi :)

      Hapus
    2. amin,,
      belajar dan trus belajar lagi menjadi lebih baik lagi ,, :)

      Hapus
  9. Hijau adalah warna yang dicintai Rasulullah. hehehe. Semoga saja sepatu hijau itu menjadi sepatu yang berkah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin :)
      makasih Prof Syam.

      Hapus
  10. subhanallah.. so sweet bangettt...

    BalasHapus