Firman Allah :
وَمِنۡ
ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ
إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ
لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١
21.
Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
(QS.Ar-Rum:21)
Di
dalam rumah tangga di butuhkan kenyamanan jiwa dan ketenangan dengan
bersama-sama, memandang dan bermain-main, menyegarkan hati, dan menguatkannya
untuk beribadah sebagai sesuatu yang di perintahkan. Bersahabat dengan perempuan termasuk
istirahat yang dapat menghilangkan kesempitan dan menyegarkan hati. Sayyidina Ali r.a berkata : istirahatkanlah
hati untuk sesaat, karena jika hati itu membenci sesuatu maka ia akan menjadi
buta. (Ali Yusuf As-Subki, 2010: 29)
Dalam
keluarga sakinah, tauhid merupakan suatu hal mendasar bagi kehidupan. Bangunan
rumah tangga hanya bisa di perkokoh dengan fondasi tauhid yang kuat dan kokoh
pula. Akan menjadi perkara yang sungguh kurang menguntungkan jika ada keluarga
yang harmonis namun nilai-nilai ketauhidan tidak tampak pada diri penghuninya.
(Anwar Sanusi, 2006: 112) . Masing-masing mempunyai peran yang sangat penting
di dalam keluarga, yakni ayah sebagai pemimpin rumah tangga dan pemberi nafkah,
sang ibu sebagai manajer rumah tangga dan sang buah hati yang telah di bimbing
dengan kasih sayang yang tulus dari kedua orangtua untuk taat kepada Allah dan
berbakti kepada orangtuanya.
Rasulullah
menekankan,”jatuhkan pilihanmu kepada
agamanya karena keberadaannya dapat menghadirkan kebahagiaan hidup di dunia dan
di akhirat.” Jika sang suami memiliki jiwa tauhid yang tinggi, tidak
menutup kemungkinan sang istripun tidak jauh dari jiwa tauhid sang suami.(Anwar
Sanusi, 2006: 113)
Selain itu, untuk menumbuhkan
kenyamanan dan ketenangan dalam rumah tangga, sang suami harus memperlakukan
istri dengan baik, sebagaimana sebuah hadist yang di sebutkan Nabi. Beliau
bersabda :
Terimalah wasiat tentang memperlakukan
wanita (istri) dengan cara yang baik. Karena sesungguhnya wanita itu di
ciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang melengkung. Dan sesuatu yang paling
melengkung terdapat pada tulang rusuk paling atas. Jika hendak meluruskannya
tanpa menggunakan perhitungan yang matang, maka kalian akan mematahkannya.
Sedang jika kalian membiarkannya maka ia akan tetap melengkung. Oleh karena itu
terimalah wasiat memperlakukan wanita dengan baik. (HR.Hafizh
Al-Iraqi). (Deni Sutan Bahtiar, 2012: 161)
Sebagai pemimpin
rumah tangga, jika sang suami melihat istri melakukan kesalahan, hendaknya
permasalahan itu di bicarakan secara baik-baik, di hadapi dengan kesabaran dan
mengingatkan sang istri bahwa hal tersebut salah, jangan sampai sang suami
terburu-buru emosi dan memarahai sang istri tanpa mendengarkan alasan sang
istri terlebih dahulu. Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun sang istri
yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu jangan hanya melihat
sisi kejelekan dari sang istri, akan tetapi lihatlah masih banyak kebaikan sang
istri yang telah ia perbuat.
Di dalam hadist
lain, Nabi SAW juga bersabda : “seseorang laki-laki janganlah membenci seorang
perempuan hanya karena satu sifat yang di anggap buruk. Sebab,jika membenci
satu sifat,maka pastilah ada sifat lain yang di sukai.” (HR.Al-Bukhori). (Deni
Sutan Bahtiar, 2012: 161)
Seorang suami
tidak boleh bersikap keras, dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya. Ia harus
memberikan akhlak yang mulia, penuh kelembutan dan kasih sayang, meliputi
pergaulan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.
Sebaliknya sang
istri juga harus memiliki sikap lemah lebut kepada sang suami, karena selain
itu, wanita sholehah juga di butuhkan sebagai penyempurna kenyamanan dan
ketenangan dalam berumah tangga. sebaik-baik perhiasan dunia adalah seorang
istri yang sholehah.
Wanita mempunyai peranan penting dalam
kehidupan:
1) wanita
sebagai pendamping suami
·
bisa menjadi
dokter ketika suami sakit
·
bisa menjadi
penasehat bila suami bingung
ketika
sang suami mempunyai masalah dengan pekerjaannya ataupun dengan kerabatnya,
maka sang istri harus mampu memberikan nasihat.
· bisa menjadi
pakaian dan pakaian inilah yang bisa menentukan jiwa manusia. dalam al-qur’andi sebutkan : harus saling menutupi
rahasia,saling berbagi susah maupun gembira.
2) wanita
sebagai penerus keturunan dan pendidik anak-anak
· seorang wanita
harus siap mental maupun agamanya, siap lahir batin untuk menjadi seorang ibu
yang bisa menuntun putra-putrinya agar menjadi putra putri yang sholeh
sholehah.
3) wanita
sebagai pengelola rumah tangga
4) wanita
sebagai anggota masyarakat
·
anggota
masyarakat yang baik adalah yang cepat tanggap bukan yang egois
jadilah seorang yang bisa memenuhi anjuran hadist
nabi :
Dari
Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “wanita yang paling baik adalah bila engkau
lihat maka ia akan menggembirakan, bila
engkau perintah ia menta’ati dan bila engkau tidak dirumah
ia menjaga hartamu dan menjaga akan dirinya”. (Abdullah Masrur MH, 1981:
110)
Oleh
karena itu, cinta dalam sebuah rumah tangga merupakan sebuah kebahagiaan
tersendiri, dimana dengan cinta seseorang akan bahagia. Cintanya seorang istri
terhadap suami merupakan suatu kewajiban begitupun sebaliknya. Cinta yang
sejati akan tumbuh di antara mereka berdua seiring berjalannya waktu yang akan
di rangkai menjadi kisah-kisah indah di dalam kehidupan mereka.
Dengan
demikian ,apapun keadaanya, hiasilah selalu rumah tangga dengan cinta.
Janganlah melihat sebuah keburukan di saat salah satu di antara pasangan
tersebut melakukan kesalahan,sebab sesungguhnya di balik kesalahan itu
tersimpan banyak kebaikan. Tidak seharusnya kita melihat keburukan sementara
sebuah kebaikan malah tidak di lihat dan di abaikan.
Subhanallah. Mbk ijin share ya. Mksh
BalasHapussilahkan :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSemoga kita dapat menggapai bahtera keluarga bahagia,yang berlabu didermaga keluarga sakinah mwaddah warahmah.Wallahu a’lam bisshowab.
BalasHapusAamiin :)
HapusDalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu dan "nggemesi", sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah. :)
BalasHapussubhanallah, begitu indah keluarga yang diliputi dengan sakinah mawaddah warohmah.
HapusMudah-mudahan menjadi insan yang baik..
BalasHapusAamiin :)
Hapusmewujudkannya susah kak ,,
Hapushehehe
ada niat, kemauan, keyakinan, di dorong dengan do'a insyaallah sedikit demi sedikit akan mudah d jalankan :) semoga
Hapussemoga apanya mbk,,
HapusSaat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.
BalasHapusizin share ya?
subhanallah
Hapusmonggo, semoga bermanfaat :)
subhanallah begitu luar biasa peran istri begitupula suami :) semoga kita semua mendapatkan pendamping hidup sholah/sholehah.
BalasHapusAamiin Yaa Robbal Aalamiin
Hapus