Minggu, 19 April 2015

Mesin Usil Becung



Allah berfirman QS: Adz Dzariyat ayat 56:
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS. 51:56)
Dalam islam tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia. Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah SWT.
Manusia adalah makhluk sempurna, karena pada nyatanya memang manusia adalah makhuk yang diciptakan oleh Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Tiin:
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (QS. At-Tiin 95 : 1-8)
Manusia diciptakan dengan berbagai macam bentuk, berbagai macam pikiran dan lain sebagainya. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan yang buruk. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik. Kesempurnaan manusia terletak pada akalnya, akal ini hanya diberikan kepada manusia saja yang menjadikan manusia menjadi lebih unggul dari makhluk lain yang memiliki keunggulan.
Dengan akalnya, manusia bisa merancang atau membuat apa saja yang melebihi keunggulan dari berbagai makhluk lain. Jika manusia dapat menggunakan akalnya dengan baik, tentu manusia akan menjadi manusia yang mulia, namun sebaliknya jika potensi akal tersebut tidak digunakan atau digunakan dalam hal buruk tentu manusia akan menjadi manusia yang hina, bahkan akan lebih hina dari makhluk lainnya.  
Jaga diri kamu baik-baik, ”inilah ucapan ibu di saat aku pergi menimba ilmu, sederhana dari wujud cintanya.” Walaupun nyawa ku pertaruhkan untuk orangtuaku, itupun belum cukup untuk membayar semua jasa mereka. Mungkin dengan tidak sengaja saya pernah menyakiti hati mereka, namun cinta mereka tidak pernah pudar. Mereka tidak kecewa dan tidak merasa sakit hati, jauh di dalam lubuk hati, saya sangat mencintai keluarga saya.
Sementara itu sang ayah sebagai kepala keluarga juga harus mampu menjadi teladan yang baik. Karena ayah yang terlibat hubungan dengan anaknya sejak awal akan mempengaruhi perkembangan bahkan meningkatkan kemampuan yang lebih baik. Kedekatan dengan ayah tentunya juga akan mempengaruhi pembentukan karakter anak.
Perjalanan ini mengurai kisah kehidupan, menorehkan cerita tentang  makna sebuah pengabdian serta mengharapkan sebuah Kebahagian. Kurakitkan impian-impian yang indah dalam tidur saya di malam yang sunyi. Terbaring lelap perempuan di didipan yang sederhana dengan sudut mata yang terpejam seolah-olah mencoba mencari tahu mimpi indahnya. Dingin malam menjaga tidurku yang terlelap dari kelelahan, sang fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut hangat oleh matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku. Belajar yang rajin, jadilah orang yang bisa bermanfa’at bagi orang lain,”teringat ucapan ibu yang selalu memotivasiku.”
Ilmu adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Butuh ilmu untuk menjalani hidup. Entah itu ilmu Agama atau ilmu pengetahuan lainnya. ketahuilah bahwa menuntut ilmu itu ibadah, bahkan merupakan ibadah yang paling agung dan utama. Dalam menuntut ilmu kita sangat membutuhkan motivasi ketika penyakit kemalasan dan kebosanan  menimpa, oleh karena itu kita perlu mengetahui perjalanan orang yang telah sukses, betapa semangatnya mereka dalam menuntut ilmu, bagaimana susah payahnya perjalanan mereka dalam menuntut ilmu, betapa berat cobaan-cobaan yang mereka hadapi, betapa banyak rintangan-rintangan yang mereka lewati. Dengan mengetahui kesungguhan dan kegigihan mereka dalam menuntut ilmu kita akan termotivasi. Begitupula ketika kejenuhan, kebosanan, dan kemalasan menghantui kita, maka dengan mengingat perjalanan mereka, semangat dan kesungguhan kita tumbuh dan hidup kembali.
“Ah ... sudahlah, kalau memang mau sukses aku harus sungguh-sungguh” ungkapku dalam hati sambil menghentikan lamunan yang dari tadi membawaku entah kemana, kutenteng tas yang berisi alat tulis yang hendak ku bawa untuk mengikuti mata kuliah teknik khitobah II. Ku langkahkan kakiku menuju ruang dekat tangga bersama Nafisa, wanita berjubah hijau.
“Assalamu’alaikum ... “ Ku ucapkan salam meskipun dari bilik jendela ku tengok kelas ini masih kosong tidak berpenghuni. Akupun menunggu di depan kelas bersama wanita berhidung pesek itu. 8 menit bersilam, datang segerombolan teman seperjuangan dan langsung memasuki kelas. Tepat pukul 12:20 datanglah dosen berompi abu-abu yang membuatku berlari memasuki ruang dengan 2 Ac itu.
Ku pilih tempat duduk dekat dinding di baris kedua, ku buka tas coklat yang selalu menemani hari-hariku, ku ambil buku kecil yang selalu terhiasi oleh tintaku. “Ini saya bawa 10 buku, silahkan yang mau beli.” Ucap motivator itu. Pak, bayarnya menyusul ya?, “ Teriak mahasiswa di bangku pojok kiri baris pertama.” Iya bawa saja, “ungkap Bapak berkacamata tersebut.”
Bagian otak manusia terdiri beberapa bagian yang biasa kita sebut mesin kecerdasan. Kiri atas adalah tipe thingking, orang tipe ini tidak romantis, suka belajar sendiri, berbicara berdasarkan logika, pemikir serius dan terlalu tegang. Kedua, kiri bawah atau sensing, kebanyakan tipe ini adalah orang yang sangat menyukai hafalan, ulet, memori kuat akan tetapi susah untuk berfikir, dan selalu belajar dengan menggunakan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Ketiga, kanan atas (intuiting), orang seperti ini memiliki imajinasi yang liar, usil, keratif, tidak menyukai kerjaan yang rutinitas, tidak suka di atur. Ke empat, kanan bawah yakni feeling, orang tipe ini adalah orang yang sensitif, belajar dengan diskusi, selalu melibatkan perasaan dan emosi, banyak bicara, menyukai story telling, akan tetapi ketika mengambil keputusan dia agak lama. Kebanyakan motivator adalah orang type ini. Terakhir otak tengah (insting), tipe ini adalah orang yang serba bisa. “Penjelasan dari motivator berkulit coklat gelap itu.” Oleh karena itu fokuslah kepada kelebihan yang kamu punya agar kecerdasan kamu di atas rata-rata, “nasihat dari motivator bercelana hitam.”
Cara berfikir tersebut mempengaruhi gaya komunikasi seseorang. Di antara gaya komunikasi:
1)      Visual
Ciri-ciri: Pilihan kata yang di bicarakan mengandung unsur melihat, misal kata “tampaknya”. Berpenampilan rapi, enak di pandang, kalau berbicara agak cepat, mengambil keputusan berdasarkan data dan gambar, lebih suka membaca.
2)      Auditori
Ciri-ciri: Unsur bicara mengandung kata “saya dengar”. Kalau berbicara seperti membaca puisi, suka ngomel-ngomel sendiri, suka bersenandung, terkadang memelihara burung karena suaranya terdengar merdu, mengambil keputusan berdasarkan referensi.
3)      Kinestetik
Ciri-ciri: Pembicaraannya mewakili gerak dan perasaan, berbicara cenderung lambat, penampilan tidak begitu di perhatikan, dia mengambil keputusan berdasarkan pembuktiannya sendiri.
Orang thinking cenderung memiliki gaya komunikasi visual, dan cenderung dengan tahta. Sensing termasuk visual dan cenderung dengan harta, Intuiting cenderung kepada kata, Feeling memiliki gaya komunikasi auditori terkadang kinesteti dan cenderung dengan cinta, yang terakhir insting yang lebih kepada bahagia serta memiliki komunikasi auditori, visual, ataupun kinesteti. Nah kan kalian sudah ajaib sekarang, bisa mengetahui dan meraba bagaimana gaya komunikasi dan pemikiran teman kalian sendiri? “Tanya motivator dengan berdiri di baris pertama.”
            Pean tuh feeling mb.” Ucap cewek yang berada di samping kiri saya.” Hahahahaa Auditori “ Sahut cewek berkerudung kuning depan tempat dudukku.” Kan pean suka ngomel-ngomel sendiri, “Tambah cewek berkulit kuning langsat tersebut.” Ih ... Apaan sii kalian ini? “ungkapku dengan nada agak malu.” Merekapun terus menertawakanku yang suka berbicara sendiri dan bersenandung. Tidak lama kami bercanda, Silahkan jika ada yang mau bertanya? “suara menggelegar dari motivator bersepatu hitam membuyarkan tawa kami.”
Mentor FM Plus menceritakan orang Madura yang mengundang motivator tersebut untuk mengisi seminar di Madura, saking cerdasnya orang Madura sehingga saya ini dijemput oleh panitia seminar dengan menggunakan mobil ambulan, “Ungkap motivator handal itu.” Kata sopirnya biar cepet sampainya pak, jadi lampu ambulancenya saya nyalain juga. Loh ini kan tidak ada mayatnya?”Tanya motivator itu kepada sopir Ambulance,” nah kita kan calon mayit pak !! Sontak teriakan anak kelas Retorika membuat suasana di kelas menjadi hidup, dan saling menertawakan anak Madura yang berada di dalam kelas. Bapak Nasrul Faqih Syarif dalam menyampaikan materi sangat luar biasa di tamabah dengan kemampuannya mengekspresikan sesuatu yang di ceritakan. Sosok yang luar biasa !!

            Untuk lebih lengkapnya lagi, silahkan baca di buku ini “Kiat Menjadi Dai Sukses”, ungkap Bapak Faqih. Ku baca perlahan buku ini yang berisi:[1]
Intuiting (I) untuk belahan otak kanan atas: Kreatif, cara bekerjanya variatif, terbiasa solutif, pandai dalam mencipta produk, mencari pola, mengandalkan intuisi, orientasi kerja ide dan kreativitas, peran initiator, ekspektasi creating, kunci suksesnya mengkapitalisasi aset.
Feeling (F) untuk belahan otak kanan bawah: Empatik, cara bekerjanya bersama, terbiasa persuasif, pandai dalam membangun kerja sama, mencari cerita, mengandalkan hubungan, orientasi kerja orang dan hubungan, peran supporter, ekspektasi leading, kunci suksesnya menempa orang,
Instinct (In) untuk bagian otak tengah: Altruis, cara bekerjanya spontan, terbiasa responsif, pandai dalam hal-hal yang lebih taktis, mencari ringkasan, mengandalkan kesigapan, orientasi kerja peran dan pelibatan, peran partner, ekspektasi contributing, memperlancar hubungan.
Sobat, cara Anda berkomunikasi dan memfasilitasi sebuah pelatihan akan banyak terpengaruh oleh mesin kecerdasan dominan Anda!
“SENSING” Bicara pengalaman fokus pada fakta pragmatis  
“THINKING” Sistematis, kuat pada analisis dan logika, Mensistematiskan proses, Problem solving, management, metode diskusi, dan simulasi
“INTUITING” Bicara kemungkinan fokus pada solusi imaginatif, gagasan baru, perubahan, kreativitas.
“FEELING” story telling, menyentuh hati, renungan, berurai air mata, inspirasional, bombastis, leadership, metode ceramah.
Memahami dan Mengenal Gaya Komunikasi Anda Sobat, Ada tiga gaya komunikasi manusia ketika mereka menyerap informasi atau pengetahuan. Dalam dunia pendidikan modern sekarang dikenal dengan istilah modalitas belajar VAK. Apa itu VAK?
Tipe Visual: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan penglihatan atau visual. Ciri-ciri orang tipe visual sebagai berikut.:
• Cenderung bernapas pendek-pendek lewat dada, berbicara cepat.
• Mereka suka menyela pembicaraan orang lain, bergerak cepat, makan cepat, penuh    energi, dan berbicara dengan nada tinggi.
• Penampilan rapi dan enak dipandang mata.
• Mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Berkomunikasi dengan tipe visual, Anda harus memvisualisasikan keadaan, buat mereka melihat apa yang Anda katakan.
Pilihan kata orang-orang visual antara lain:
• Melihat
• Memperhatikan
• Menonton
• Menunjukkan
• Memandang
• Membayangkan
• Mewarnai
• Memvisualisasikan
• Penglihatan
• Sudut pandang
• Lihatlah dari sudut pandang saya.
• lde Anda kabur
• Bisa Anda bayangkan?
• Izinkan saya tunjukkan pada Anda.
• Perhatikan benar-benar maka Anda akan paham maksud saya.
Petunjuk berdasarkan gerakan mata • Tipe Visual • Memori Visual: jika Anda bertanya orang tipe visual pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ada di ingatan mereka, Anda bisa perhatikan mata mereka bergerak ke atas lalu ke kiri. Coba tanyakan apa warna sepeda motornya atau mobilnya? Seperti apakah rumah Anda?
 • Kreatif Visual: Jika Anda bertanya kepada mereka dan mereka tidak siap menjawabnya. Atau dia tidak punya gambaran yang belum mereka miliki. Perhatikan mata mereka bergerak ke atas lalu kanan. Coba bayangkan ada kuda yang bertubuh sapi dan mempunyai sayap dan terbang. • Tanpa Fokus: tidak menggerakkan mata mereka sama sekali. Mereka sepertinya melihat Anda, tapi menatap ke arah Anda.
Tipe Auditori: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengar atau dengan cara diceritakan atau dijelaskan orang lain. Ciri-ciri orang tipe auditori:
• Cenderung bernapas lewat diafragma.
• Lebih suka mendengarkan daripada berbicara, ketika berbicara menggunakan variasi warna suara.
• Berkomunikasi dengan tipe auditori, Anda harus berbicara pelan dan teratur, ubah-ubah warna suara Anda. Jelaskan situasinya dengan detail dan picu diskusi lebih lanjut dengan pertanyaan.
Pilihan kata orang tipe auditori: • Dengar • Mendengarkan • Mengatakan.
Tipe Kinestetik: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan dengan cara melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka. Ciri-ciri orang tipe kinestetik:
• Bunyi
• Cenderung bernapas dalam dan tenang.
•Bicara Lebih mengutamakan perasaan.
• Keputusan yang diambil banyak didasari oleh perasaan Kesunyian
• Nada dan emosi
• Ritme
• Berkomunikasi dengan tipe ini Anda harus bisa membuat
• Kedengarannya akrab. mereka "merasakan" apa yang Anda katakan.
• Kedengarannya itu ide yang bagus
• Dengarkan, saya punya ide bagus
• Ada yang ingin saya katakan.
• Mari kita bicarakan tentang pekerjaan baru Anda.
Petunjuk berdasarkan gerakan mata • Memori Auditori; Jika kepada tipe auditori Anda ajukan pertanyaan yang mereka telah mempunyai jawabannya, perhatikan mata mereka bergerak ke kiri lalu lurus ke depan. Ingatlah lagu kesukaan Anda, ingatlah suara ibu Anda. • Kreatif Auditori; Untuk pertanyaan-pertanyaan yang mereka tidak dapat jawab langsung, tipe auditori akan menggerakkan matanya lurus ke depan lalu bergerak ke kanan. Bayangkan bunyi klakson mobil atau bel rumah Anda berbunyi seperti meongan kucing. ketika mereka berdialog dan berbicara dengan diri sendiri maka tipe auditori akan menggerakkan matanya ke bawah lalu ke kiri. Coba ingat-ingat ucapan Anda kepada diri sendiri ketika Anda lulus.
Pilihan kata orang Kinestetik:
• Merasa
• Emosi
• Tenang
• Frustrasi
• Tertekan
• Malu
• Gugup
• Kesepian
• Santai
• Stres
• Ide Anda benar-benar menyentuh perasaan.
• Bisakah Anda merasakan yang saya rasakan?
• Saya setuju. Anda sangat emosional.
• Saya tidak suka berada di bawah tekanan. Saya lebih suka ketenangan.
• Di sini dingin. Apa Anda merasakannya?
Gerakan mata tipe kinestetik • Jika Anda coba tanyakan kepada tipe kinestetik, "Apa yang Anda rasakan saat Anda jatuh cinta?" Matanya akan bergerak ke bawah lalu ke kanan saat berupaya mengingat perasaannya ketika itu terjadi. Sobat, dengan mengetahui mesin kecerdasan kita dan mengenal gaya komunikasi kita dengan baik hal ini sangat membantu kita dalam menunjang keberhasilan dakwah sehingga kita bisa menyesuaikan dan menggunakan modal dan karunia Allah di atas dengan tepat guna sesuai dengan audiens yang kita hadapi. Inilah kuliah teknik khitobah II yang banyak memberikan manfaat agar dakwah yang akan kita sampaikan bisa sukses dan mengena audiens.
Akupun tak langsung pergi meninggalkan kelas, “Cil, sini !!” ( terdengar suara dari luar ruangan itu), yaa .. Entahlah kenapa aku di panggil Chil-Chil. Ku lihat, laki-laki berjaket levis bersama kedua temannya. Sudah pulang? kok cepet? “Tanya laki-laki memakai tas hitam itu.” Sudah, ini barusan keluar, “Jawabku kepadanya.” Disini dulu aja Te sama aku, “Ungkap Nitra Galih yang selalu memanggilku dengan sebutan akrab, Tantee.”
Eeeh Te, Selfii yuk? “ Ajak wanita bertas hitam motif abu-abu.” Tanpa berfikir lama, akupun foto dengannya berkali-kali. Astaghfirullah ... “Ucap Becung, laki-laki bersepatu merah.” Mau ikut foto Cung? “Tanyaku kepadanya.” Yo yo rekk .. “Jawabnya dengan semangat,” hingga akhirnya teman yang lainnyapun berdatangan dari kelas sebelah yang kemudian ikut foto bareng. Ya .... Hitung-hitung reuni dengan teman seangkatan. Kitapun bercanda bareng. Di sodorkannya jajan ke depan wajahku, ini makan, “Ucap laki-laki berjaket abu-abu.” Akupun melongo melihat laki-laki bersenyum manis langsung memakan jajan itu. Mhaaaa.. Cepet banget dia makannya, “Gumamku dalam hati.” Ayooo ini buatmu, “Ungkap laki-laki banyak tawa itu dengan memberikan jajan itu kepadaku.” Iyaa, “jawabku sambil mengambil jajan yang berada di tangannya, huhh!! Usil banget Becung ini,” Ku habiskan waktu itu dengan makan bersama teman-teman sebayaku, dan tak terasa waktu nunjukkin pukul 15:30, bertanda aku harus kembali ke kosku.
Sepulang kuliah, sore itu cuaca cukup bersahabat, kuteguk segelas air putih dan sepotong roti sambil mengumpulkan energi yang tersisa untuk melanjutkan aktivitas mengerjakan tugas yang semakin menumpuk. Teman-teman kos lagi asyik duduk di beranda kamarnya, entah ngegosip atau sekedar bercengkerama. Aku berfikir ingin pulang ke rumah, kurogoh saku baju untuk menyiapkan uang menuju rumah tercinta. Akupun segera berpamitan dan melangkahkan kaki menuju halte A.Yani menanti kedatangan bis p6 yang selalu setia menemani perjalananku. 40 menit menunggu, akhirnya datang juga jembatan yang menghantarkanku antara kampus sampai rumahku. Satu jam bersilam, akupun turun di terminal osowilangon dan berganti angkot menuju arah rumah.
Aku buka pintu pagar rumah, dan menutupnya kembali. Baru berjalan sekitar 3 langkah ke depan,  “Assalamu ‘alaikum”, terdengar suara ibu yang menghentikanku melepas sepatuku. “Wa‘alaikum salam” jawabku sambil melihat ke arah ibu dan mencium tangan ibu. “capek?” tambahnya lagi dengan ramah, dan akupun hanya tersenyum. Uhhh ... Lega sekali rasanya aku bisa terbaring lelap di dipan kesayanganku. Inilah suasana hari itu, Selasa 14 April 2015.


[1] N. Faqih Syarif H. Kiat Dahsyat menjadi Da’I Sukses

2 komentar: