Allah berfirman
QS: Adz Dzariyat ayat 56:
Artinya: Dan Aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS.
51:56)
Dalam islam
tujuan pendidikan identik dengan tujuan hidup (penciptaan) manusia.
Menempatkan ibadah sebagai tujuan hidup mengandung arti bahwa kita menyerahkan
penilaian semua gerak dan kiprah ibadah kita hanya kepada Allah SWT.
Manusia adalah
makhluk sempurna, karena pada nyatanya memang manusia adalah makhuk yang
diciptakan oleh Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Tiin:
“Demi
(buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini
yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya
(neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka
bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu
mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (QS. At-Tiin 95 : 1-8)
Manusia
diciptakan dengan berbagai macam bentuk, berbagai macam pikiran dan lain
sebagainya. Akal dapat digunakan untuk berpikir dan membedakan mana yang baik
dan yang buruk. Manusia sebagai insan kamil haruslah mempunyai kepribadian dan
ahlak yang baik. Kesempurnaan manusia terletak pada akalnya, akal ini hanya
diberikan kepada manusia saja yang menjadikan manusia menjadi lebih unggul dari
makhluk lain yang memiliki keunggulan.
Dengan
akalnya, manusia bisa merancang atau membuat apa saja yang melebihi keunggulan
dari berbagai makhluk lain. Jika manusia dapat menggunakan akalnya dengan baik,
tentu manusia akan menjadi manusia yang mulia, namun sebaliknya jika potensi
akal tersebut tidak digunakan atau digunakan dalam hal buruk tentu manusia akan
menjadi manusia yang hina, bahkan akan lebih hina dari makhluk lainnya.
Jaga
diri kamu baik-baik, ”inilah ucapan ibu di saat aku pergi menimba ilmu, sederhana
dari wujud cintanya.” Walaupun nyawa ku pertaruhkan untuk orangtuaku, itupun
belum cukup untuk membayar semua jasa mereka. Mungkin dengan tidak sengaja saya
pernah menyakiti hati mereka, namun cinta mereka tidak pernah pudar. Mereka
tidak kecewa dan tidak merasa sakit hati, jauh di dalam lubuk hati, saya sangat
mencintai keluarga saya.
Sementara
itu sang ayah sebagai kepala keluarga juga harus mampu menjadi teladan yang
baik. Karena ayah yang terlibat hubungan dengan anaknya sejak awal akan
mempengaruhi perkembangan bahkan meningkatkan kemampuan yang lebih baik. Kedekatan
dengan ayah tentunya juga akan mempengaruhi pembentukan karakter anak.
Perjalanan
ini mengurai kisah kehidupan, menorehkan cerita tentang makna sebuah
pengabdian serta mengharapkan sebuah Kebahagian. Kurakitkan impian-impian yang
indah dalam tidur saya di malam yang sunyi. Terbaring lelap perempuan di
didipan yang sederhana dengan sudut mata yang terpejam seolah-olah mencoba
mencari tahu mimpi indahnya. Dingin malam menjaga tidurku yang terlelap dari
kelelahan, sang fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut
hangat oleh matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku.
Belajar yang rajin, jadilah orang yang bisa bermanfa’at bagi orang
lain,”teringat ucapan ibu yang selalu memotivasiku.”
Ilmu
adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Butuh ilmu untuk menjalani
hidup. Entah itu ilmu Agama atau ilmu pengetahuan lainnya. ketahuilah bahwa
menuntut ilmu itu ibadah, bahkan merupakan ibadah yang paling agung dan utama.
Dalam menuntut ilmu kita sangat membutuhkan motivasi ketika penyakit kemalasan
dan kebosanan menimpa, oleh karena itu
kita perlu mengetahui perjalanan orang yang telah sukses, betapa semangatnya
mereka dalam menuntut ilmu, bagaimana susah payahnya perjalanan mereka dalam
menuntut ilmu, betapa berat cobaan-cobaan yang mereka hadapi, betapa banyak
rintangan-rintangan yang mereka lewati. Dengan mengetahui kesungguhan dan
kegigihan mereka dalam menuntut ilmu kita akan termotivasi. Begitupula ketika
kejenuhan, kebosanan, dan kemalasan menghantui kita, maka dengan mengingat
perjalanan mereka, semangat dan kesungguhan kita tumbuh dan hidup kembali.
“Ah ...
sudahlah, kalau memang mau sukses aku harus sungguh-sungguh” ungkapku dalam
hati sambil menghentikan lamunan yang dari tadi membawaku entah kemana,
kutenteng tas yang berisi alat tulis yang hendak ku bawa untuk mengikuti mata
kuliah teknik khitobah II. Ku langkahkan kakiku menuju ruang dekat tangga
bersama Nafisa, wanita berjubah hijau.
“Assalamu’alaikum
... “ Ku ucapkan salam meskipun dari bilik jendela ku tengok kelas ini masih
kosong tidak berpenghuni. Akupun menunggu di depan kelas bersama wanita
berhidung pesek itu. 8 menit bersilam, datang segerombolan teman seperjuangan
dan langsung memasuki kelas. Tepat pukul 12:20 datanglah dosen berompi abu-abu
yang membuatku berlari memasuki ruang dengan 2 Ac itu.
Ku pilih
tempat duduk dekat dinding di baris kedua, ku buka tas coklat yang selalu
menemani hari-hariku, ku ambil buku kecil yang selalu terhiasi oleh tintaku. “Ini
saya bawa 10 buku, silahkan yang mau beli.” Ucap motivator itu. Pak, bayarnya
menyusul ya?, “ Teriak mahasiswa di bangku pojok kiri baris pertama.” Iya bawa
saja, “ungkap Bapak berkacamata tersebut.”
Bagian
otak manusia terdiri beberapa bagian yang biasa kita sebut mesin kecerdasan. Kiri
atas adalah tipe thingking, orang tipe ini tidak romantis, suka belajar
sendiri, berbicara berdasarkan logika, pemikir serius dan terlalu tegang. Kedua,
kiri bawah atau sensing, kebanyakan tipe ini adalah orang yang sangat menyukai
hafalan, ulet, memori kuat akan tetapi susah untuk berfikir, dan selalu belajar
dengan menggunakan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Ketiga, kanan atas
(intuiting), orang seperti ini memiliki imajinasi yang liar, usil, keratif,
tidak menyukai kerjaan yang rutinitas, tidak suka di atur. Ke empat, kanan
bawah yakni feeling, orang tipe ini adalah orang yang sensitif, belajar dengan
diskusi, selalu melibatkan perasaan dan emosi, banyak bicara, menyukai story
telling, akan tetapi ketika mengambil keputusan dia agak lama. Kebanyakan
motivator adalah orang type ini. Terakhir otak tengah (insting), tipe ini
adalah orang yang serba bisa. “Penjelasan dari motivator berkulit coklat gelap
itu.” Oleh karena itu fokuslah kepada kelebihan yang kamu punya agar kecerdasan
kamu di atas rata-rata, “nasihat dari motivator bercelana hitam.”
Cara berfikir
tersebut mempengaruhi gaya komunikasi seseorang. Di antara gaya komunikasi:
1)
Visual
Ciri-ciri:
Pilihan kata yang di bicarakan mengandung unsur melihat, misal kata “tampaknya”.
Berpenampilan rapi, enak di pandang, kalau berbicara agak cepat, mengambil
keputusan berdasarkan data dan gambar, lebih suka membaca.
2)
Auditori
Ciri-ciri:
Unsur bicara mengandung kata “saya dengar”. Kalau berbicara seperti membaca
puisi, suka ngomel-ngomel sendiri, suka bersenandung, terkadang memelihara
burung karena suaranya terdengar merdu, mengambil keputusan berdasarkan
referensi.
3)
Kinestetik
Ciri-ciri:
Pembicaraannya mewakili gerak dan perasaan, berbicara cenderung lambat,
penampilan tidak begitu di perhatikan, dia mengambil keputusan berdasarkan
pembuktiannya sendiri.
Orang
thinking cenderung memiliki gaya komunikasi visual, dan cenderung dengan tahta.
Sensing termasuk visual dan cenderung dengan harta, Intuiting cenderung kepada
kata, Feeling memiliki gaya komunikasi auditori terkadang kinesteti dan
cenderung dengan cinta, yang terakhir insting yang lebih kepada bahagia serta
memiliki komunikasi auditori, visual, ataupun kinesteti. Nah kan kalian sudah
ajaib sekarang, bisa mengetahui dan meraba bagaimana gaya komunikasi dan
pemikiran teman kalian sendiri? “Tanya motivator dengan berdiri di baris
pertama.”
Pean tuh feeling mb.” Ucap cewek
yang berada di samping kiri saya.” Hahahahaa Auditori “ Sahut cewek berkerudung
kuning depan tempat dudukku.” Kan pean suka ngomel-ngomel sendiri, “Tambah
cewek berkulit kuning langsat tersebut.” Ih ... Apaan sii kalian ini? “ungkapku
dengan nada agak malu.” Merekapun terus menertawakanku yang suka berbicara
sendiri dan bersenandung. Tidak lama kami bercanda, Silahkan jika ada yang mau
bertanya? “suara menggelegar dari motivator bersepatu hitam membuyarkan tawa
kami.”
Mentor
FM Plus menceritakan orang Madura yang mengundang motivator tersebut untuk
mengisi seminar di Madura, saking cerdasnya orang Madura sehingga saya ini
dijemput oleh panitia seminar dengan menggunakan mobil ambulan, “Ungkap
motivator handal itu.” Kata sopirnya biar cepet sampainya pak, jadi lampu
ambulancenya saya nyalain juga. Loh ini kan tidak ada mayatnya?”Tanya motivator
itu kepada sopir Ambulance,” nah kita kan calon mayit pak !! Sontak teriakan
anak kelas Retorika membuat suasana di kelas menjadi hidup, dan saling
menertawakan anak Madura yang berada di dalam kelas. Bapak Nasrul Faqih Syarif
dalam menyampaikan materi sangat luar biasa di tamabah dengan kemampuannya
mengekspresikan sesuatu yang di ceritakan. Sosok yang luar biasa !!
Untuk lebih lengkapnya lagi,
silahkan baca di buku ini “Kiat Menjadi Dai Sukses”, ungkap Bapak Faqih. Ku
baca perlahan buku ini yang berisi:[1]
Intuiting (I)
untuk belahan otak kanan atas: Kreatif, cara bekerjanya variatif, terbiasa
solutif, pandai dalam mencipta produk, mencari pola, mengandalkan intuisi,
orientasi kerja ide dan kreativitas, peran initiator, ekspektasi creating,
kunci suksesnya mengkapitalisasi aset.
Feeling (F)
untuk belahan otak kanan bawah: Empatik, cara bekerjanya bersama, terbiasa
persuasif, pandai dalam membangun kerja sama, mencari cerita, mengandalkan
hubungan, orientasi kerja orang dan hubungan, peran supporter, ekspektasi
leading, kunci suksesnya menempa orang,
Instinct (In)
untuk bagian otak tengah: Altruis, cara bekerjanya spontan, terbiasa responsif,
pandai dalam hal-hal yang lebih taktis, mencari ringkasan, mengandalkan
kesigapan, orientasi kerja peran dan pelibatan, peran partner, ekspektasi
contributing, memperlancar hubungan.
Sobat, cara Anda
berkomunikasi dan memfasilitasi sebuah pelatihan akan banyak terpengaruh oleh mesin
kecerdasan dominan Anda!
“SENSING” Bicara
pengalaman fokus pada fakta pragmatis
“THINKING”
Sistematis, kuat pada analisis dan logika, Mensistematiskan proses, Problem
solving, management, metode diskusi, dan simulasi
“INTUITING”
Bicara kemungkinan fokus pada solusi imaginatif, gagasan baru, perubahan,
kreativitas.
“FEELING” story
telling, menyentuh hati, renungan, berurai air mata, inspirasional, bombastis,
leadership, metode ceramah.
Memahami dan
Mengenal Gaya Komunikasi Anda Sobat, Ada tiga gaya komunikasi manusia ketika
mereka menyerap informasi atau pengetahuan. Dalam dunia pendidikan modern
sekarang dikenal dengan istilah modalitas belajar VAK. Apa itu VAK?
Tipe Visual:
Mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan penglihatan
atau visual. Ciri-ciri orang tipe visual sebagai berikut.:
• Cenderung
bernapas pendek-pendek lewat dada, berbicara cepat.
• Mereka suka
menyela pembicaraan orang lain, bergerak cepat, makan cepat, penuh energi, dan berbicara dengan nada tinggi.
• Penampilan
rapi dan enak dipandang mata.
• Mengambil
keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Berkomunikasi dengan tipe visual,
Anda harus memvisualisasikan keadaan, buat mereka melihat apa yang Anda
katakan.
Pilihan kata orang-orang
visual antara lain:
• Melihat
• Memperhatikan
• Menonton
• Menunjukkan
• Memandang
• Membayangkan
• Mewarnai
•
Memvisualisasikan
• Penglihatan
• Sudut pandang
• Lihatlah dari
sudut pandang saya.
• lde Anda kabur
• Bisa Anda
bayangkan?
• Izinkan saya
tunjukkan pada Anda.
• Perhatikan
benar-benar maka Anda akan paham maksud saya.
Petunjuk berdasarkan
gerakan mata • Tipe Visual • Memori Visual: jika Anda bertanya orang tipe
visual pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ada di ingatan mereka, Anda bisa
perhatikan mata mereka bergerak ke atas lalu ke kiri. Coba tanyakan apa warna
sepeda motornya atau mobilnya? Seperti apakah rumah Anda?
• Kreatif Visual: Jika Anda bertanya kepada
mereka dan mereka tidak siap menjawabnya. Atau dia tidak punya gambaran yang
belum mereka miliki. Perhatikan mata mereka bergerak ke atas lalu kanan. Coba
bayangkan ada kuda yang bertubuh sapi dan mempunyai sayap dan terbang. • Tanpa
Fokus: tidak menggerakkan mata mereka sama sekali. Mereka sepertinya melihat
Anda, tapi menatap ke arah Anda.
Tipe Auditori:
Mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengar
atau dengan cara diceritakan atau dijelaskan orang lain. Ciri-ciri orang tipe
auditori:
• Cenderung
bernapas lewat diafragma.
• Lebih suka
mendengarkan daripada berbicara, ketika berbicara menggunakan variasi warna
suara.
• Berkomunikasi
dengan tipe auditori, Anda harus berbicara pelan dan teratur, ubah-ubah warna
suara Anda. Jelaskan situasinya dengan detail dan picu diskusi lebih lanjut
dengan pertanyaan.
Pilihan kata
orang tipe auditori: • Dengar • Mendengarkan • Mengatakan.
Tipe Kinestetik:
Mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan dengan cara
melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka. Ciri-ciri orang tipe
kinestetik:
• Bunyi
• Cenderung
bernapas dalam dan tenang.
•Bicara Lebih
mengutamakan perasaan.
• Keputusan yang
diambil banyak didasari oleh perasaan Kesunyian
• Nada dan emosi
• Ritme
• Berkomunikasi
dengan tipe ini Anda harus bisa membuat
• Kedengarannya
akrab. mereka "merasakan" apa yang Anda katakan.
• Kedengarannya
itu ide yang bagus
• Dengarkan,
saya punya ide bagus
• Ada yang ingin
saya katakan.
• Mari kita
bicarakan tentang pekerjaan baru Anda.
Petunjuk
berdasarkan gerakan mata • Memori Auditori; Jika kepada tipe auditori Anda
ajukan pertanyaan yang mereka telah mempunyai jawabannya, perhatikan mata
mereka bergerak ke kiri lalu lurus ke depan. Ingatlah lagu kesukaan Anda,
ingatlah suara ibu Anda. • Kreatif Auditori; Untuk pertanyaan-pertanyaan yang
mereka tidak dapat jawab langsung, tipe auditori akan menggerakkan matanya
lurus ke depan lalu bergerak ke kanan. Bayangkan bunyi klakson mobil atau bel
rumah Anda berbunyi seperti meongan kucing. ketika mereka berdialog dan
berbicara dengan diri sendiri maka tipe auditori akan menggerakkan matanya ke
bawah lalu ke kiri. Coba ingat-ingat ucapan Anda kepada diri sendiri ketika
Anda lulus.
Pilihan kata
orang Kinestetik:
• Merasa
• Emosi
• Tenang
• Frustrasi
• Tertekan
• Malu
• Gugup
• Kesepian
• Santai
• Stres
• Ide Anda
benar-benar menyentuh perasaan.
• Bisakah Anda
merasakan yang saya rasakan?
• Saya setuju.
Anda sangat emosional.
• Saya tidak
suka berada di bawah tekanan. Saya lebih suka ketenangan.
• Di sini
dingin. Apa Anda merasakannya?
Gerakan mata
tipe kinestetik • Jika Anda coba tanyakan kepada tipe kinestetik, "Apa
yang Anda rasakan saat Anda jatuh cinta?" Matanya akan bergerak ke bawah
lalu ke kanan saat berupaya mengingat perasaannya ketika itu terjadi. Sobat,
dengan mengetahui mesin kecerdasan kita dan mengenal gaya komunikasi kita
dengan baik hal ini sangat membantu kita dalam menunjang keberhasilan dakwah
sehingga kita bisa menyesuaikan dan menggunakan modal dan karunia Allah di atas
dengan tepat guna sesuai dengan audiens yang kita hadapi. Inilah kuliah teknik
khitobah II yang banyak memberikan manfaat agar dakwah yang akan kita sampaikan
bisa sukses dan mengena audiens.
Akupun
tak langsung pergi meninggalkan kelas, “Cil, sini !!” ( terdengar suara dari
luar ruangan itu), yaa .. Entahlah kenapa aku di panggil Chil-Chil. Ku lihat,
laki-laki berjaket levis bersama kedua temannya. Sudah pulang? kok cepet?
“Tanya laki-laki memakai tas hitam itu.” Sudah, ini barusan keluar, “Jawabku
kepadanya.” Disini dulu aja Te sama aku, “Ungkap Nitra Galih yang selalu
memanggilku dengan sebutan akrab, Tantee.”
Eeeh Te,
Selfii yuk? “ Ajak wanita bertas hitam motif abu-abu.” Tanpa berfikir lama,
akupun foto dengannya berkali-kali. Astaghfirullah ... “Ucap Becung, laki-laki
bersepatu merah.” Mau ikut foto Cung? “Tanyaku kepadanya.” Yo yo rekk .. “Jawabnya
dengan semangat,” hingga akhirnya teman yang lainnyapun berdatangan dari kelas
sebelah yang kemudian ikut foto bareng. Ya .... Hitung-hitung reuni dengan
teman seangkatan. Kitapun bercanda bareng. Di sodorkannya jajan ke depan
wajahku, ini makan, “Ucap laki-laki berjaket abu-abu.” Akupun melongo melihat
laki-laki bersenyum manis langsung memakan jajan itu. Mhaaaa.. Cepet banget dia
makannya, “Gumamku dalam hati.” Ayooo ini buatmu, “Ungkap laki-laki banyak tawa
itu dengan memberikan jajan itu kepadaku.” Iyaa, “jawabku sambil mengambil
jajan yang berada di tangannya, huhh!! Usil banget Becung ini,” Ku habiskan
waktu itu dengan makan bersama teman-teman sebayaku, dan tak terasa waktu
nunjukkin pukul 15:30, bertanda aku harus kembali ke kosku.
Sepulang
kuliah, sore itu cuaca cukup bersahabat, kuteguk segelas air putih dan sepotong
roti sambil mengumpulkan energi yang tersisa untuk melanjutkan aktivitas
mengerjakan tugas yang semakin menumpuk. Teman-teman kos lagi asyik duduk di
beranda kamarnya, entah ngegosip atau sekedar bercengkerama. Aku berfikir ingin
pulang ke rumah, kurogoh saku baju untuk menyiapkan uang menuju rumah tercinta.
Akupun segera berpamitan dan melangkahkan kaki menuju halte A.Yani menanti
kedatangan bis p6 yang selalu setia menemani perjalananku. 40 menit menunggu,
akhirnya datang juga jembatan yang menghantarkanku antara kampus sampai
rumahku. Satu jam bersilam, akupun turun di terminal osowilangon dan berganti
angkot menuju arah rumah.
Aku buka
pintu pagar rumah, dan menutupnya kembali. Baru berjalan sekitar 3 langkah ke
depan, “Assalamu ‘alaikum”, terdengar
suara ibu yang menghentikanku melepas sepatuku. “Wa‘alaikum salam” jawabku
sambil melihat ke arah ibu dan mencium tangan ibu. “capek?” tambahnya lagi
dengan ramah, dan akupun hanya tersenyum. Uhhh ... Lega sekali rasanya aku bisa
terbaring lelap di dipan kesayanganku. Inilah suasana hari itu, Selasa 14 April
2015.
Bagus sangat inspiratif
BalasHapusijin share ya.. :)
BalasHapus