Terselip do’a dalam setiap hembusan nafas ingin
melihat senyuman dari orang-orang yang ku sayangi dan menyayangiku lewat
impianku. Gadis kecil kebanggan merupakan dambaan yang di harapkan oleh setiap
orang. Dalam benak selalu terbesit, bagaimana menjadi seseorang yang menjadi
dambaan oranglain? terkadang terlintas sebuah jawaban yakni kemauan, kerja
keras, bersungguh-sungguh dan di sertai do’a.
Teringat raut wajah orangtuaku, inilah yang
memotivasiku agar sungguh-sungguh sehingga aku dapat membahagiakannya. Rintih
suaranya selalu menjadi cambuk di saat aku sedang bermalas-malasan. Begitu
mulia jasa orangtuaku, terkadang airmata menetes tanpa di sengaja di saat ku
melihat betapa sabarnya mereka menjaga, membesarkan dan mendidikku tanpa rasa keluh
kesah.
Pengorbanan ayah, keringatnya yang bercucuran dalam
letih dan lelahnya untuk menafkahi dan membahagiakan keluarganya. Bagiku ayah
adalah orang terkuat yang berkorban memelihara keluarga. Beliau mengemban
tugasnya, mencari nafkah meskipun terik matahari maupun hujan selalu menemani.
Bagi hidupku ibu bagiakan nada yang tidak akan ada habisnya mengiringi
kehidupan ini, terkadang aku lupa akan
arah kehidupan, namun sang ibu tidak pernah membiarkan aku hilang tanpa arah,
beliau selalu mengisi hati ini dan
mengingatkan bagaimana menatap tujuan hidup yang membentang di depan sana.
Kakak, selalu memberikan ketenangan. Ia orang yang berharga dalam hidupku,
perhatiannya yang tulus membuatku bangga terlahir memiliki seorang kakak
seperti dia.
Kurakitkan impian-impian yang indah dalam tidurku di
malam yang sunyi. Dingin malam menjagaku yang terlelap dari kelelahan,sang
fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut hangat oleh
matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku. walaupun
tubuhku ini cuma di hiasi kain biasa dengan kerangka yang di lapisi kulit namun
tidak akan pernah memudarkan semangatku untuk mencari ilmu demi menggapai
cita-citaku. kepak sayap merpati beriringan bersisian arah dihiasi kicau
bernyanyi di ranting pepohonan berbisik di balik jendela hari, menyambut hari
yang kan menuai janji.
09:35
keluarlah mahasiswa dari ruang D2.105, sesampaiku di depan gedung fakultas
dakwah dan komunikasi, ku di sambut hujan. Huhh lebat banget ini ujan !!
nyampek kos basah kuyuplah aku, “ Ungkapku kepada Fajriyah.” Ayo beli makan
dulu mbak? “Ajaknya kepadaku.” Sambil lari-lari kecil ku telusuri jalanan becek
dengan menaiki sepatu hijau kesayanganku. Di warung sederhana depan gang dosen
ku pilih nasi dengan lauk ati untuk menu makan pagiku. Tidak mungkin aku
menghabiskan makanan ini tanpa minuman yang menyertaiku, dan ku pilih marimas
frambos sebagai penghilang hausku. Cukup dengan mengeluarkan uang 8000, aku
dapat membawa pulang makanan itu. Gadis yang memakai tas coklatpun memilih menu
telur dadar dengan marimas kelapa muda sebagai penunda dahaga.
Ku
lanjutkan langkah kaki menuju tempat peristirahatanku. Blukk.. Blukk .. Blukk
.. Suara sepatuku sedang beradu dengan air yang menggenangi jalan. Dipelukan
dan dinginnya titik air hujan yang tercurah laksana irama yang bernyayi
beriringan memberi warna akan keindahan. Semakin cepat lajuku karena hujan
semakin mengundang. Wahh !! kita kayak pinguin aja yaa jalannya? “Ucap wanita bersepatu
pich itu.” Hahahahaaaaa (sambil mangguk), dan akhirnya aku katakan : Iya
pinguin kelaparan menuju kos-kosan untuk menghabiskan makanan.
±10 menit kemudian, aku telah sampai di kos tempat
peraduan bersama temanku. Tak usah menunggu waktu yang terlalu lama, kamipun
melahap makanan yang terbungkus kertas minyak. Selesai mengisi perut, kami
bergegas kembali ke kampus untuk melanjutkan mata kuliah Teknik Khitobah II
pukul 12:00. Derasnya hujan tak
menghalangi semangatku untuk mengikuti mata kuliah ini.
Kehujanan,
basah jaketku, “ungkap Baity di depan ruang bercat cream itu.” Iya, ini
kerudungku juga basah, lari-lari buat sampai kesini jawabku. Ku buka tas
kecilku, spontan gadis berjam tangan hitam tersebut bertanya: “ Az, bawa
makanan ndak? lapar aku.” Aku ndak bawa, “jawabku sambil menunggu sholat di dalam
kelas selesai. Iya dosen matakuliah jam ini memang sedang melaksanakan sholat
berjamaah dengan 6 cowok dan 2 cewek. Capek mbak imut, “ucap gadis berkerudung
ping yang berada dalam kerumunanku.”Entahlah kenapa dia memanggilku seperti
itu.
5
menit bersilam, wanita berkerudung biru datang membawa “Kuwaci”, dia bagikan
kepada teman-teman yang perutnya lagi demo. Waktu terus berputar, menit
berlalu, datanglah 2 laki-laki dari arah kiriku. Ini mungkin motivator yang
pernah di ceritakan Pak Prof, “gumamku dalam hati.” Akupun segera memasuki
ruang DI.211, sedikit lagi langkahku untuk membuka pintu, ternyata ada
laki-laki berkemeja biru menoleh dan bertanya: Masuk kelas ini? matakuliah Prof
Ali?. Iya jawabku kepada laki-laki yang tak ku kenal sebelumnya. Akhirnya ku
lanjutkan memasuki ruang yang memiliki 2 AC itu. Kursi ini berantakan sekali,
“gumamku.” Ayo benerin kursinya, “suara gadis berkerudung coklat membubarkan
lamunanku.” Duduk sini saja Az !! “Teriak gadis berbaju biru dengan menatapku.”
Jadikan
2 baris, maju kedepan, “Ungkap dosen berkacamata itu.” Di baris depan bangku no
3 dari arah kiri aku duduk bersebelahan dengan diana wanita berbaju kuning.
Maaf, hari ini saya tidak bisa mengisi matakuliah full, karena saya ada
pelatihan dan harus ke Bromo jam 13:30, “ Ucap Pak Faqih seorang motivator
handal.” Hambatan apa yang paling berbahaya untuk kita? “Tanya bapak berbaju
merah dengan motif bergaris.” Hambatan yang tidak tampak pak, “sahut mahasiswa
di bangku baris kedua.” Iya hambatan tersebut adalah penjara mental bagi kita
semua, di antaranya : pikiran negatif, hati-hati dengan hal tersebut
karena akan menjadi sindrom dalam kehidupan kita. Ada sebuah cerita, seorang
profesor membagikan lembar jawaban kepada mahasiswanya dengan mengatakan: 5
tahun terakhir ini, hampir semua mahasiswa tidak lulus matakuliah saya,
sehingga ucapan negatif itu terus menghantui pikiran mahasiswa, 5 menit
bersilam ada seorang mahasiswa terlambat dan dia tidak mendengarkan apa yang di
katakan oleh profesor tersebut, yang lain serius mengerjakan, dia malah
bernyanyi-nyanyi (la la la la la) dan dengan santainya dia menjawab soal ujian
yang di berikan .Ketika pengumuman kelulusan, ternyata benar hampir semua tidak
lulus mata kuliah ini, dan mahasiswa yang datang terlambat tersebut lulus matakuliah
karena ada kemungkinan dia tidak mendengar ucapan negatif yang menghantuinya. Ketika menghadapi ujian nasional, kerjakanlah
soal yang mudah terlebih dahulu, karena kegagalan sering berawal dari nervous
yang berlebihan, “Penjelasan dari motivator bersepatu hitam tersebut.”
Ketika
saya bilang hay, maka jawab hallo yaa? Dendam, dengki, dongkol adalah sifat
syetan kepada manusia, hati-hati dengan 3D tersebut, ketika kita mempunyai
sifat itu berarti kita sama seperti syetan. Syetan saja berdo’a kepada Allah,
kenapa kita malas untuk berdo’a? kalau gitu kita kalah dengan syetan?, “Tanya
motivator pemilik 3 pondok itu.” Kekuatan manusia terletak di antara dua
telinga yakni “pikiran.” Di saat ada dorongan untuk berbuat keburukan, dan
menunda-nunda kebaikan, itu merupakan bisikan syetan. Penjara selanjutnya yakni
Usia, jangan jadikan dalih usia untuk mencapai kesuksesan, “ungkap
motivator berkacamata itu sambil membawa boardmaker hitam dan hijau.” Kewajiban mencari ilmu itu tidak memandang batasan usia, melainkan seumur
hidup.Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa
ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif
tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya,
karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal. Kalaupun berjalan
dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat, “gumamku dalam
pikiranku.”
Kalian tau
gambar orang tua yang selalu terlihat di kfc? Dia tidak pernah memakai dalih
usia untuk mencapai keinginannya.
Harland Sanders lahir pada
tanggal 9 September 1890. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia enam tahun.
Ibunya pun terpaksa memikul tanggung jawab lebih awal. Kondisi yang ada
mengharuskan Harland Sanders menjaga kedua adik kandungnya dan belajar memasak
lebih awal. Belum menginjak tujuh tahun, Harland Sanders telah menjadi koki
handal. Dia bekerja di sawah saat baru berusia sepuluh tahun dengan upah dua
dolar setiap bulan. Dia juga pernah bergabung menjadi tim pemadam kebakaran
kereta api.
Dalam benaknya bergejolak
keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu
kalau komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik yang menjalar
hingga menjadi sebuah rumah makan yang tersebar di mana – mana. Rumah makan
tersebut melahirkan sebuah gebrakan dalam menyajikan menu makanan tercepat. Dia
berkata “Sungguh, sepintas saya pernah berpikir bahwa sesuatu yang paling
mengesankan yang pernah saya lakukan di masa silam adalah memasak. Sebagaimana
saya ketika menjual apa yang saya masak, maka masakan saya pasti tidak akan
lebih jelek dari masakan para pemilik rumah makan yang ada di kota iní.”
Harland Sanders sangat suka
ayam goreng, hanya saja tidak memakai cara klasik, yaitu dengan memakai minyak
yang tidak bisa menghasilkan rasa seperti yang diinginkannya. Pada tahun 1939,
Harland Sanders menemukan cara jitu untuk menggoreng ayam. Salah satu hal yang
membantu penemuan barunya tersebut adalah penemuan pressure cooker atau panci
bertekanan yang dapat menghasilkan ayam lezat dan segar dalam waktu sepuluh
detik dengan cara dikukus di atas uap, tanpa menghilangkan rasa dan bau serta
tidak menggunakan minyak. Setiap tahun, Harland Sanders selalu melakukan
percobaan hingga menemukan resep spesial yang terdiri dari rempah – rempah dan
bumbu – bumbu.
Pada tahun 1949, Harland
Sanders menerima pangkat kolonel berkat keberhasilannya di wilayah Kentucky.
Akan tetapi, Harland Sanders lebih suka dipanggil bisnisman Meski dengan
kondisi jiwa yang remuk, akan tetapi Harland Sanders tidak menyerah. Kepada
dirinya dia berkata, “Tidak ada apa pun di hadapanmu kecuali satu hal yang bisa
dilakukan, yaitu menggoreng ayam. Inilah yang akan engkau lakukan sepanjang
hayatmu.” Harland Sanders menjual ayam ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta.
Hal ini memotivasi dirinya untuk menandatangani kontrak dengan beberapa rumah
makan lainnya. Saat itu, dia mengambil empat sen untuk setiap ayam yang
terjual. Harland Sanders turun ke pasar – pasar untuk mempromosikan ide
penjualan ayam KFC-nya, meski sudah tua dan terserang penyakit rematik.
(https://nyomanantika.wordpress.com/2011/11/25/kolonel-harland-sanders-pendiri-kfc/)
Kesehatan, jangan
jadikan penghalangmu untuk meraih impianmu. Keterbatasan fisik tentu tak boleh
menjadi hambatan untuk mencapai impian dan cita-cita kita. Banyak sekali
orang-orang yang dikaruniai fisik sempurna malah mengeluhkan hidupnya dan tak
mampu bekerja keras untuk mendapat penghidupan yang layak. Padahal diluar sana
banyak sekali orang-orang berkebutuhan khusus yang tak berhenti mengejar
cita-cita dan mengabaikan kondisi fisiknya yang tak sempurna. Salah satu diantara
orang-orang hebat itu adalah Habibie Afsyah, seorang internet marketer muda
yang mengidap kelainan muscular dytrophy. Habibie Afsyah adalah seorang pria
sederhana yang tampak biasa-biasa saja. Anak bungsu dari 8 bersaudara ini lahir
di Jakarta tanggal 6 Januari 1988. Putra pasangan H. Nasori Sugianto dan Hj.
Endang Setyati ini menjalani masa kecilnya seperti anak-anak pada umumnya.
Habibie bukanlah penyandang cacat fisik sejak lahir. Sebuah penyakit bawaan
bernama muscular dytrophy lah yang perlahan-lahan merenggut fungsi motorik
tubuh Habibie sehingga ia mulai tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Dari hasil belajar kursus
marketing dan praktek secara real di dunia maya, Habibie sudah berhasil
menerbitkan ebook panduan sukses dari Amazon, membuat situs jual beli properti
(rumah101.com)dan menjadi trainer di acara seminar Eprofitmatrix bersama sang
guru, Suwandi Chow. Kala itu di usia yang baru menginjak 20 tahun, Habibie
mampu menjadi pria berkebutuhan khusus yang mandiri secara finansial bahkan mampu
membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Bila dulu sosok Habibie muda hanya
menjadi pria yang pesimis pada dirinya sendiri dan hanya gemar bermain
game online dan berselancar di dunia maya, kini kasih sayang dan perhatian sang
ibu menjadi kekuatan berharga yang mendukung kemajuan Habibie di dunia online
marketing. Banyak sekali seminar dan talkshow kampus yang sering mengundang
Habibie Afsyah sebagai narasumber yang menginspirasi banyak orang.(https://www.maxmanroe.com/habibie-afsyah-penyandang-difabel-yang-sukses-di-internet-marketing.html).
Simak kisah ini, “ucap motivator gagah
tersebut.” Ferrasta
Soebardi (57) atau lebih dikenal dengan nama Pepeng, sudah hampir enam tahun
ini terbaring di ranjang kamar tidurnya. Sejak penyakit Multiple Sclerosis
menyerangnya Juli 2005 silam. Selain dikenal sebagai public figur,
Pepeng juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang multimedia bernama Jari-jari
Communication. Dia juga pernah bekerja untuk perusahaan Bakrie Brothers di
tahun 1989. kini Dalam keadaan sakit pun, Pepeng masih terus berjuang dan
berhasil menyelesaikan studi S2 nya di Universitas Indonesia bidang psikologi
dengan nilai sangat memuaskan (A). "Mungkin kalau saya masih sehat, saya
belum tentu menyelesaikan S2 saya," ungkap Pepeng. Dari balik kamar
tidurnya yang biasa dia sebut 'Goa’, Pepeng menjalankan beberapa bisnis
online dibidang penjualan domain. Dia juga menjadi penggagas gerakan sosial
pendidikan Indonesia, sebuah gerakan yang peduli terhadap pembangunan
sekolah-sekolah yang roboh. Selain aktif menulis artikel, Pepeng saat ini juga
sedang mempersiapkan sebuah buku yang diberi judul ‘Di Balik Jari-Jari’. Buku
ini menurut Pepeng lebih diposisikan sebagai buku motivasi bagi para
pembacanya. (https://djarumbeasiswaplus.org/artikel/content/108/Tokoh-Kita:-Pepeng,-Menyelami-Makna-Hidup-dari-balik-tempat-tidur/)
IQ/latar belakang pendidikan, tidak
menutup kemungkinan orang yang tidak mempunyai pendidikan yang tinggi tidak bisa
berkreativitas, lihat Andrie Wongso. Motivator Indonesia Memiliki
motivasi dan tekad kuat untuk mencapai target itulah gambaran diri dari Andrie
Wongso, Meskipun bergelar SDTT [Sekolah Dasar Tidak Tamat] namun berkat
tekadnya yang kuat berhasil mengantarkan Andrie Wongso menjadi Motivator
Nomor Satu di Indonesia. Andrie Wongso yang dilahirkan 6 Desember
1954 di kota Malang, Jawa Timur ini hidup dalam keterbatasan finansial, ia
merupakan Anak ke-2 dari 3 bersaudara. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa
harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil
bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang
disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan
membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan
pasar. Di usia 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi mengubah
nasib dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan
jujur. Sejak tahun 1989, dia menjadi
pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai
kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training motivasi, tidak
hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan instansi. Kini, ia
dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya ditambah TBS,
yang artinya Tapi Bisa Sukses. Itulah Andrie Wongso, SDTT, TBS.
Nasib, banyak orang
mengatakan nasibku memang seperti ini. Ketika kita tidak bisa membuka penjara mental
ini, maka kita akan terus di hantui rasa tidak percaya diri untuk menggapai
cita-cita. “Ungkap motivator berkulit coklat agak kehitaman sambil berdiri
menatap mahasiswanya.”
Yakin akan kebesaran kekuasaan Allah
SWT. Setelah penghalang di hancurkan, maka tulislah impianmu. Mengapa kita
harus menulis impian kita di tempat yang selalu kita lihat?. Agar kita selalu
termotivasi dan ingat akan impian kita, “Sahut mahasiswa berbatik biru.” Bapak
motivator tersebut melanjutkan penjelasannya: Iya, mengapa kita takut menulis
impian kita, padahal impian itu gratis. Tulislah impianmu dan selipkan proposal
itu serta ajukan kepada Allah. Tempel di berbagai sudut ruangan agar kamu
selalu ingat impian itu. Sebut segala sesuatu yang menjadi impianmu di setiap
do’amu. Kita harus berani bermimpi, berani gagal, dan terus mencoba. Saya punya
teman waktu SMA, dia memang aneh dari teman yang lain. Dia selalu membawa tas
jinjing. Ketika turun dari angkutan, saya dan teman yang lain berbaris untuk
menyambutnya. “Pagi Prof”, itulah ejekanku dengan kawanku kepadanya. Tetapi dia
tidak pernah marah dan selalu menjawab sapaan kita. Di bukunya tertulis namanya
sendiri, tapi yang bikin heran, di atas bukunya terukir namanya dengan tittle
Prof. Dr. (nama orang tersebut) dan di lanjutkan tittle berikutnya. Saya dan
yang lain selalu menertawakan sampai pada suatu waktu dia marah dan berkata:
“kenapa kalian selalu menggangguku? apa salahku?.” Dari situ saya merasa
bersalah dan minta maaf. Itulah impiannya, dan yang tidak saya sangka, 4 tahun
yang lalu saya bertemu dengan dia dan dia sudah menjadi orang sukses. Inilah
pengalaman saya di waktu SMA. Pada saat itu saya juga punya impian agar buku
saya bisa terbit di Gramedia. Ketika saya memasuki gramedia, saya pegang buku
best seller (beliau menjelaskan dengan tangan seolah-olah memegang buku), ini
visualisai, saya berdo’a seperti ini: Ya Allah, suatu saat buku saya akan
berada disini. Tidak lama saya di kagetkan oleh petugas karena saya di kira
tertidur, akhirnya saya bicara; saya tidak tidur pak tapi ini visualisai. Akhirnya
Alhamdulillah beberapa tahun kemudian buku saya bisa berada di Gramedia menjadi
best seller. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk bermimpi. “Cerita
motivator penggapai mimpi itu.”
Pernah
membaca buku “ON” ?, sontak akupun berfikir “buku apaan ini?
kenapa judulnya hanya ON?.” Tak lama aku berfikir, Pak Nasrul Faqih Syarif
meneruskan: yang di maksud ON yaitu kita harus VisiON, memiliki tujuan
jangka panjang yakni dunia dan akhirat, jaga keseimbangan antara keduanya
jangan sampai kamu hanya ingat akan duniamu. ActiON, kerja keras dengan
seluruh semangat kita, kemudian kerja cerdas harus memiliki planning yang baik,
dan jangan lupa kita harus ikhlas. PassiON, kita harus mengetahui dimana
bidang yang kita kuasai, dan kita merasa nyaman dalam bidang tersebut. yang
terakhir CollaboratiON. Akupun menganggukan kepala, pertanda aku lega
karena ON yang berada dalam pikiranku telah di jelaskan. Ini sudah jam berapa?,
“tanya motivator bertempat tinggal di Waru.” Jam 13:25 pak, “ucapku sambil
melihat jam yang menghiasai pergelangan tanganku.” Yasudah maaf saya harus
pergi ke Bromo, minggu depan akan saya lanjutkan kembali. Semoga apa yang saya
sampaikan bermanfaat bagi kita semua. Kemudian beliaupun meninggalkan kelas. 3
menit bersilam, ini boardmaker siapa?,”Tanya dosen matakuliah Teknik Khitobah
II, ayo lari kasihkan Pak Faqih.” Kemudian dosen berkemeja lengan pendek itupun
menyambung penjelasan tadi. Tulis apa yang kalian dapatkan hari ini, ayo mulai
dengan Bismillah, “ Ungkap dosen berbiwaba itu.” 5 menit kami menulis, sudah
pak ... capek !!!, “keluh beberapa mahasiswa dari baris kedua.” Yasudah kita
sudahi saja, lanjutkan di rumah ya, mari kita tutup perkuliahan hari ini dengan
do’a akhir majlis. Inilah suasana perkuliahan Selasa, 07 April 2015.
Kurakitkan impian-impian yang indah dalam tidurku di malam yang sunyi. Dingin malam menjagaku yang terlelap dari kelelahan,sang fajar pun dengan cepat begerak meninggalkanku, tentu disambut hangat oleh matahari siang hari, aura akan panasnya bagaikan merobek kulitku. walaupun tubuhku ini cuma di hiasi kain biasa dengan kerangka yang di lapisi kulit namun tidak akan pernah memudarkan semangatku untuk mencari ilmu demi menggapai cita-citaku. kepak sayap merpati beriringan bersisian arah dihiasi kicau bernyanyi di ranting pepohonan berbisik di balik jendela hari, menyambut hari yang kan menuai janji.
BalasHapusSebuah kalimat yang memotivasi kehidupan manusia dizaman sekarang :)
Subhnallah...
BalasHapussemoga apa yang mbak azka sampaikan dapat memberi motivasi saya untuk kedepannya :)
Aamiin :) Semoga bermanfa'at
Hapuscerita yang menginspirasiku :)
BalasHapusbagus sekali penuh motivasi.
BalasHapus8 April kemarin tepat jam 12:53 aku baca artikel ini dan mulai saat itu akupun menghilangkan alasan-alasan di atas yang menjadi penghalang impianku. Bermanfa'at sekali :) makasih admin !
sama-sama :)
Hapussemoga kita menjadi seseorang yang lebih baik ke depannya.
lengkap sekali bu motivator .......
BalasHapusterimakasih kak :)
HapusMudahan terkabul menjadi motivator azka
BalasHapusAamiin :)
HapusTerimakasih.